Hidayatullah.com– Program stasiun televisi asal Inggris BBC dihentikan penayangannya di Afghanistan, setelah Taliban memerintahkan saluran lokal untuk tidak menyiarkan konten dari mitra internasional.
BBC mengatakan larangan itu akan berdampak pada lebih dari 6 juta penontonnya dalam bahasa Persia, Pashtun dan Uzbek.
Kanal BBC Persian TV masih dapat diakses tetapi hanya oleh sekitar 20% orang Afghanistan yang memiliki TV satelit.
Radio dan layanan online tidak terpengaruh.
Penyiaran internasional lain yang programnya dihentikan siarannya oleh keputusan tersebut antara lain: Voice of America (VoA), Deutsche Welle (DW) asal Jerman dan China Global Television Network (CGTN).
Kepala Bahasa BBC World Service Tarik Kafala mengatakan bahwa di masa penuh “ketidakpastian dan turbulensi” seperti sekarang ini sangat penting warga Afghanistan tidak ditolak aksesnya ke jurnalisme yang tidak memihak.
“Kami meminta Taliban untuk membatalkan keputusan mereka dan mengizinkan mitra TV kami untuk segera mengembalikan program berita BBC ke siaran mereka,” tambah Kafala seperti dikutip BBC (28/3/2022).
Sebelum larangan itu, program BBC disiarkan setiap hari selama setengah jam dalam bahasa Pashtun, melalui stasiun mitra Afghanistan.
Siaran selama 15 menit dalam bahasa Uzbek diselenggarakan selama lima hari dalam seminggu, dan selama 60 menit sehari dalam bahasa Persia, juga lima hari dalam sepekan, ditambah dua acara mingguan yang mengangkat isu-isu terkini.
Dilaporkan dari ibukota Afghanistan, Kabul, koresponden BBC Secunder Kermani mengatakan bahwa Taliban bersikeras media masih fapat melaporkan secara kritis, “selama mereka membawa ‘nilai-nilai Islam’ dan ‘persatuan nasional’.
Taliban memegang kembali kendali atas negara Afghanistan pada Agustus lalu – 20 tahun setelah digulingkan oleh invasi pasukan Amerika Serikat disokong NATO – ketika pasukan dan diplomat Barat yang masih tersisa di negeri itu angkat kaki meninggalkan medan peperangan yang tidak dapat mereka menangkan itu.*