Hidayatullah.com–Utusan sandera Amerika Serikat Roger Carstens berada di Libanon pada hari Kamis (31/3/2022) untuk membahas nasib warga AS yang hilang di Suriah, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Bulan lalu, keluarga Majd Kamalmaz, seorang warga negara AS yang diyakini ditahan oleh pemerintah Suriah, mengatakan kepada Al-Monitor yang berbasis di Washington bahwa pemerintahan Biden melakukan kontak langsung dengan rezim Assad terkait masalah itu.
Carstens, Utusan Khusus Presiden untuk Urusan Penyanderaan di Departemen Luar Negeri, bertemu dengan Menteri luar negeri Libanon dan pejabat lainnya, kata sejumlah sumber kepada Al Arabiya.
Kepala Keamanan Umum Libanon Abbas Ibrahim kemungkinan telah bertemu Carstens, meskipun tidak ada pemberitahuan perihal pertemuan pejabat AS yang diterbitkan oleh pemerintah AS atau Libanon. Para diplomat dan pejabat di Washington dan Beirut tetap bungkam perihal perjalanan itu.
Al Arabiya telah menghubungi Departemen Luar Negeri AS dan National Security Council.
Ibrahim sebelumnya telah merundingkan pembebasan beberapa warga negara asing, termasuk warga Amerika, dari Iran, Suriah dan negara-negara lain.
Kamalmaz, seorang psikolog klinis berusia 64 tahun, telah hilang sejak Februari 2017 setelah ditahan oleh rezim Assad di dekat Damaskus.
Austin Tice, juga warga negara AS, diculik di Damaskus pada Agustus 2012 saat bekerja sebagai jurnalis lepas untuk meliput perang Suriah.
Carstens mengunjungi Damaskus – lawatan yang sangat jarang bagi pejabat AS – selama musim panas 2020. Dia dan pejabat pemerintahan Trump saat itu, Kash Patel, bertemu dengan kepala intelijen Suriah Ali Mamlouk untuk membahas pembebasan para warga AS.*