Hidayatullah.com–Kepolisian ‘Israel’ hari Ahad (29/07/2018) melarang 90 warga Turki untuk memasuki wilayah Palestina dan mengunjungi Baitul Maqdis dengan alasan tidak mempunyai visa.
Mustafa Biçkioğlu, perwakilan dari perusahaan Sila Tour yang berpusat di Turki, mengatakan kepada Anadolu Agency polisi ‘Israel’ tidak mengizinkan warga Turki masuk ke wilayah mereka setelah saat tiba di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, yang berencana mengunjungi Jerusalem (Masjid Al-Aqsha).
Biçkioğlu menolak tuduhan kondisi visa dan mengatakan perusahaan tur itu sebenarnya telah menerima visa kolektif untuk kelompok tersebut.
“’Israel’ tidak memberikan visa secara terpisah untuk setiap penumpang ke perusahaan wisata yang membawa turis ke Jerusalem,” jelasnya.
Baca: Jordania, Saudi dan Otoritas Palestina Takut Pengaruh Turki di Yerusalem Timur
“Dokumen yang dikeluarkan oleh konsulat berfungsi sebagai visa untuk semua penumpang. Kami telah menerima surat visa dalam bahasa Ibrani untuk penumpang kami untuk perjalanan kunjungan kami ke Yerusalem, tetapi 90 penumpang kami tidak diizinkan masuk ke ‘Israel’ karena diduga tidak memiliki visa,” katanya.
Dia mengatakan 15 penumpang kemudian dikirim kembali ke Istanbul sementara 33 lainnya diperkirakan akan dideportasi. Para penumpang lainnya akan dideportasi – tergantung pada ketersediaan kursi – keesokan harinya, tambahnya.
Baca: Turki Bersumpah Membalas Tindakan ‘Israel Menahan Warganya
Salah satu turis, Sümeyra Sevgülü Hacıibrahimoğlu yang merupakan seorang siswa berusia 23 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa para petugas ‘Israel’ telah memperlakukan mereka sebagai buronan.
“Setelah menanyai beberapa teman kami di ruang pemeriksaan keamanan, kami dibawa ke ruangan yang berbeda kelompok,” katanya.
“Beberapa keluarga di antara kami ingin berada di ruangan yang sama tetapi polisi ‘Israel’ menolak permintaan ini,” tambahnya.
Hacıibrahimoğlu mengatakan dia pergi ke ‘Israel’ untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha di Yerusalem.
“Satu-satunya impian dari kelompok yang sebagian besar terdiri dari kaum muda adalah untuk melihat Baitul Maqdis,” tambahnya.
Kedutaan Turki di Tel Aviv sedang menangani masalah ini dengan serius.*/Ja’far Auzan Muzakki