Hidayatullah.com– Sebelas pemuda dari kelompok ultra-kanan “Patriot Vengeance” ditangkap dan ditempatkan dalam tahanan karena dicurigai berencana melakukan tindak kekerasan.
Menurut koran Le Parisien, penangkapan dilakukan oleh pihak kepolisian atas permintaan magistrat penyidik sebagai bagian dari proses hukum yang dibuka pada bulan Desember 2021 oleh kantor kejaksaan unit antiterorisme.
Investigasi awal sudah dibuka pada April 2021.
Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan kasus itu, kesebelas orang yang ditangkap itu berusia 17 sampai 30 tahun dan penangkapan dilakukan kebanyakan di wilayah Paris.
Saat penggeledahan, aparat menemukan sejumlah dokumen “ideologi ultra-kanan tetapi tidak menemukan senjata.
Lucas S. – yang disebut media Prancis sebagai pimpinan “Patriot Vengeance” – ditahan pada bulan Desember 2021 karena “memprovokasi tindakan terorisme melalui komunikasi online” serta “menggaungkan tindakan terorisme ke publik”, dan “kepemilikan senjata berikut amunisi kategori B secara tidak sah”.
Dia ditempatkan di dalam tahanan sambil menunggu proses persidangan.
Akan tetapi, disebabkan penyidik belum menemukan bukti adanya rencana tindak kekerasan di saat mereka memeriksa tersangka, Lucas S tidak dijerat dengan dakwaan konspirasi teroris.
Dilahirkan pada tahun 1995, Lucas S. dicurigai memiliki situs web dan mengumpulkan kelompok-kelompok berideologi anti-Semit dan konspirasi, lansir RFI Kamis (19/5/2022).
Di situs webnya, “Patriot Revenge” menampilkan dirinya sebagai “komunitas saudara seperjuangan” yang mempersiapkan keruntuhan masyarakat, menganjurkan “pelatihan olahraga” (fisik) dan “survivalisme”.
Menurut situs berita Streetpress, ujaran rasis di kalangan anggota itu merupakan bahasa sehari-hari dan mereka tidak sungkan menunjukkan minat terhadap fasisme.
Meskipun demikian, kelompok itu membantah memiliki keterkaitan dengan ideologi Nazi.
Sejak 2017, puluhan persidangan kasus terkini ultra-kanan sudah digelar di Paris.*