Hidayatullah.com– Li Jiaqi, salah satu selebriti internet China yang populer dengan julukan Lipstick King, menghilang dari siaran di dunia maya tidak lama setelah mempromosikan kue tart berbentuk tank di malam peringatan tragedi Tiananmen 1989.
Pria berusia 30 tahun itu, yang dikenal dengan suaranya yang halus dan penampilan bak idola K-pop, baru saja mempromosikan kue vanilla kepada penontonnya.
Kue itu menyerupai tank, dengan biskuit Oreo diposisikan seperti roda dan wafer berbentuk sedotan yang menyerupai meriam. Siaran itu dilakukan Li pada tanggal 3 Juni malam, menjelang peringatan 33 tahun pembantaian Lapangan Tiananmen.
Tanggal 4 Juni diperingati orang China di berbagai belahan dunia dengan menyalakan lilin, mengenang para korban keganasan tentara pemerintah China terhadap demonstran pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen tahun 1989 yang berunjuk rasa selama berbulan-bulan.
Salah satu foto paling terkenal dari tragedi itu adalah yang dikenal sebagai Tank Man, menampilkan seorang pria warga sipil berdiri tegar menghadang barisan tank militer China. Pria itu berhasil ditarik menjauh, tetapi siapa dia dan bagaimana nasibnya kemudian tidak ada yang tahu.
Di China adalah tabu membicarakan topik Tragedi Tiananmen.
Generasi milenial dan GenZ China, yang tampaknya mencakup sebagian besar penonton acara Li, tumbuh tanpa mempelajari sejarah kelam tersebut.
Jumat malam lalu, Li sedang di tengah-tengah acara streaming langsungnya yang populer ketika acara itu tiba-tiba terhenti.
Li tidak tampil kembali ke acara itu setelah transmisi terputus. Tak lama setelah itu, dia memposting di akun Weibo-nya, mengatakan dia hanya menghadapi masalah teknis.
Namun, ketidakhadirannya yang berkelanjutan – sejauh ini dia telah melewatkan tiga penampakan selama masa salah satu festival belanja online terbesar tahun ini – membuat warganet China bertanya-tanya.
Profil Li tidak lagi muncul di hasil pencarian Taobao, platform e-commerce tempat dia menayangkan acaranya. Semua gambar kue berbentuk tank yang dipromosikannya juga telah dihapus dari media sosial China, lansir BBC Selasa (7/6/2022).
Sebagian warganet meyakini bahwa Li mencoba membuat pernyataan politik berkaitan dengan Tragedi Tiananmen.
Namun, sebagian lain meragukan motif tindakannya itu, mengingat selama ini dia tidak pernah menyentuh topik-topik yang dianggap sensitif di China.
Sebagian menduga Li tidak paham soal kaitan tank dan Tragedi Tiananmen. Pasalnya, rekaman siaran menunjukkan bahwa dia tampak terkejut dengan kue yang dititipkan untuk dipromosikan di acaranya.
“Apa? Sebuah tank?” ujar Li.
Wanita rekan presenternya kemudian berkata, “Mari kita lihat apakah Li Jiaqi dan saya masih akan berada di sini pada jam 11 malam.”
Dan ternyata, mereka dikeluarkan dari siaran langsung di internet tak lama setelah jam 9 malam.
Banyak penggemar setianya juga menduga Li dijebak oleh rival-rivalnya, mungkin kue itu sengaja diselipkan ke dalam susunan acara promosi pada hari Jumat itu. Pasalnya, bisnis influencer internet di China merupakan lahan basah yang menyulut persaingan sengit di kalangan pelakunya.
Li Jiaqi adalah salah satu selebritas internet terbesar di China dengan lebih dari 64 juta pengikut. Live-streamer itu adalah penjual online yang menjajakan barang dagangan mulai dari perawatan kulit hingga produk bayi, perhiasan, dan make-up. Dia pernah menjual 15.000 lipstik dalam satu sesi, sehingga mendapatkan julukan Lipstick King.
Orang terkenal atau selebriti China tiba-tiba menghilang bukan perkara yang aneh di negara itu, terlebih apabila mereka sebelumnya membuat komentar atau melakukan tindakan yang dianggap menyinggung pemerintahan Partai Komunis China.*