Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

560 Mahasiswa Indonesia Dilibatkan Menjadi Pelayan Haji Tahun Ini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 November 2009 15:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagian pelayan haji Indonesia di Arab Saudi adalah para mahasiswa. Ada yang sedang menempuh S2, ada yang baru lulus S1. Honornya bisa dipakai untuk pulang kampung, bahkan ada yang akan mempergunakannya untuk kawin.

Dua wanita duduk berhimpitan di pojok ruang pertemuan. Wajahnya lebih banyak menunduk. Sesekali mereka berbisik, saling mendekatkan kepala. Sementara itu, 29 pasang mata laki-laki memandanginya. Wanita itu baru menegakkan kepala manakala diajak bicara.

Mereka adalah sebagian mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai negara di Timur Tengah. Kini mereka bergabung menjadi pelayan haji di Arab Saudi. Kebetulan 31 orang tersebut ditempatkan di Jeddah. Tanggal 31 Oktober lalu, mereka dikumpulkan untuk diberi penjelasan mengenai tugas yang harus dijalankan.

Siti Ruhayyah dan Aprina menjadi pusat perhatian karena merekalah yang wanita. Keduanya mahasiswa Al-Azhar Kairo, Mesir. Meski tidak satu jurusan, mereka akrab. Ruhayyah mengambil jurusan Hadits. Aprina di jurusan Syariah Islamiyah.

Baik Ruhayyah maupun Aprina tak menyangka kalau bakal menjadi pelayan haji. Mereka terpilih berkat undian. Tentu sangat menggembirakan. Di samping bisa melaksanakan ibadah haji gratis, mendapat gaji lagi. “Disyukuri saja,” kata Ruhayyah dengan senyum. Aprina pun ikut tersenyum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sesuai pembagian tugas, Sabtu lalu (31/10) Ruhayyah dan Aprina ditempatkan di bagian administrasi sebagai pembantu pelaksana. Sedangkan teman-temannya yang laki-laki ditempatkan di berbagai bagian. Ada yang menjadi pelayan umum, pelayan ibadah, perantara komunikasi, dan sebagainya.

Kegembiraan

Tahun ini jumlah mahasiswa yang dilibatkan dalam pelayanan haji 560 orang. Sebanyak 364 orang dari Arab Saudi. Sisanya dari negara-negara tetangga. Wilayah penempatannya di Jedah, Madinah maupun Mekah.

Ruhayyah tak menawar tugas yang dibebankan kepadanya, meski baru kali ini melakoninya. Dia juga siap bekerja 12 jam sehari. Kebetulan bulan ini lagi kosong perkuliahan.

Dia enjoy karena akan mendapat biaya pulang kampung. Ruhayyah sudah lima tahun tak pulang. Ketika daerahnya, Aceh, disapu tsunami, dia sudah berada di Mesir. Sampai menamatkan S1 pun dia belum pulang. Kini bungsu dari tiga bersaudara itu sudah menempuh S2. Sementara itu, Aprina akan menamatkan S1-nya tahun ini.

Bagi gadis kelahiran Sigli, Pidie, itu belajar di Mesir butuh perjuangan berat. Biaya menempuh S2 di negeri orang itu sepenuhnya ditanggung orang tua. Padahal ketika masih S1 dia mendapat beasiswa dari Al Azhar. Ketika itu sebulan memperoleh 160 pound. Kini dia harus mengeluarkan 350 pound (sekitar Rp 700 ribu) untuk biaya hidup dan biaya kuliah 1.000 pound setahun.

Kegembiraan juga dipancarkan Abdul Hakim. Lelaki asal Madiun itu ingin memanfaatkan honornya untuk pulang kampung dan menikah. Di kampung sudah ada wanita yang menunggu. Dia masih ada hubungan famili. Keluarganyalah yang menemukan calon pendamping itu. “Baru bertemu sekali, ketika pulang dulu,” kata mahasiswa Darul Mustofa, Yaman, itu.

Alumnus MA Temboro itu bersekolah di Yaman berkat bantuan alumnus perguruan tingginya. Ketika itu dia membayar sekitar Rp 18 juta untuk kuliah sampai lulus S1. Sekarang, biayanya sekitar Rp 27 juta. Kini dia sudah lulus S1 jurusan Syariah.

Anak ketujuh dari delapan bersaudara itu ingin segera kawin karena semua saudaranya sudah menikah, termasuk adiknya. Terpilihnya menjadi pelayanan haji yang sering disebut tenaga musiman itu, membawa angin segar. Kelak dia akan mndapat honor USD 70 perhari. Satu penghasilan yang belum pernah diterima sebelumnya.

Untuk bisa menjadi pelayan haji dia harus mengikuti tes, baik tulis maupun wawancara. Setelah diterima, dia diharuskan bersiap-siap berangkat dari Kota Yaman sejak sebulan lalu. Persoalan muncul ketika pada saatnya berangkat, visa belum keluar. Waktu itu visa untuk semua mahasiswa dari luar Arab Saudi juga belum selesai.

Hakim baru lega setelah visanya kelar 28 Oktober. Meskipun pemberangkatannya ke Jedah terlambat sepuluh hari, dia tetap bersyukur. “Saya belum tahu apakah honor saya dihitung sejak hari in atau sebelumnya,” katanya.

Mukhyar Imran idem ditto. Alumnus Alwasliyah Medan itu siap-siap masuk S2 setelah menyelesaikan S1 jurusan Syariah. Lebih-lebih dia kuliah hanya berkat bantuan kaum dermawan di Mesir. “Saya ingin pulang dulu,” ujar mahasiswa jurusan Syariah, Al-Azhar, Mesir.

Sudah delapan tahun dia tidak pulang kampung ke Telaga Suke, Paniai Tengah, Labuhan Batu, Sumut. Dia sudah kangen orang tua dan saudara-saudaranya. Selama ini keinginannya untuk pulang selalu dipendam karena keterbatasan biaya. Kebetulan tahun ini dia menang undian untuk menjadi pelayan haji.

Sejak dulu memang ada jatah bagi mahasiswa yang belajar di Timur Tengah untuk menjadi tenaga musiman haji. Tujuannya untuk membantu pembiayaan. Mereka diperlukan karena memiliki kemampuan Bahasa Arab, sehingga bisa menjadi jembatan bagi jemaah haji Indonesia dengan petugas Arab Saudi.

Bagi mereka, menjadi pelayan haji merupakan berkah yang sulit dicari padanannya. Selain bisa berhaji, mengabdi ke luar negeri secara gratis, juga memperoleh honor yang lumayan tinggi. [sep/mch/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinar untuk Perencanaan Haji
Tulisan selanjutnya Denda 600.000 Euro Bagi Gereja Scientology

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?