Hidayatullah.com– Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Jepang akan melarang impor emas Rusia dalam upaya melemahkan kemampuan Moskow untuk mendanai perang di Ukraina.
Ekspor emas Rusia bernilai £12,6 miliar ($15,4 miliar) pada tahun 2021, dan Inggris mengatakan kepentingannya meningkat sejak invasi di mana para oligarki bergegas membeli emas batangan untuk menghindari sanksi.
Pengumuman itu disampaikan ketika kelompok negara terkaya G7 bertemu di Bavaria, Jerman.
Presiden AS Biden menyarankan negara-negara G7 lainnya – Jerman, Prancis dan Italia – juga bergabung menerapkan larangan tersebut
“Bersama-sama, G7 akan mengumumkan bahwa kami akan melarang impor emas Rusia, ekspor utama yang menghasilkan puluhan miliar dolar bagi Rusia,” cuit Biden di Twitter seperti dilansir BBC Ahad (26/6/2022).
“Kita perlu membuat rezim Putin kelaparan pendanaan. Inggris dan sekutu-sekutu kami sedang melakukan hal itu,” kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menambahkan.
London merupakan pusat perdagangan emas dunia.
Inggris mengatakan larangan impor emas itu akan diberlakukan dalam waktu dekat, dengan legislasinya akan disahkan parlemen dalam beberapa pekan mendatang.
Larangan akan berlaku untuk emas yang baru ditambang atau emas yang sudah dimurnikan dan tidak berdampak pada emas-emas yang sebelumnya sudah diekspor oleh Rusia.
Tidak ada rencana untuk memperluas larangan untuk emas yang dibeli secara sah sebelum larangan impor itu diberlakukan.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, negara-negara Barat telah memberlakukan serangkaian sanksi yang menarget individu kaya, bank, bisnis, dan perusahaan milik negara.
Sejauh ini AS, Uni Eropa, Inggris, dan negara-negara lain telah memberikan sanksi kepada lebih dari 1.000 individu dan bisnis Rusia.
Dengan langkah terakhir ini berarti Inggris sudah memboikot ekspor Rusia bernilai sekitar £13,5 miliar.*