Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Masjid’ Kaum Liberal di Berlin Ini Mengibarkan Bendera Pelangi Mendukung Komunitas LGBTQ

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Juli 2022 12:32 12:32 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Juli 2022 12:30
Bagikan
Sebuah stiker bertuliskan “Love is Halal” terletak di atas bendera pelangi di dalam ‘masjid’ Ibn Rusyd-Goethe di Berlin (DW)
Bagikan

Hidayatullah.com— Sebuah tempat ibadah yang diklaim sebagai ‘masjid’ kaum liberal di Berlin telah mengibarkan bendera pelangi menjelang serangkaian acara LGBTQ di kota tersebut. Salah satu orang yang ditunjuk sebagaim imam berharap ‘masjid’ lain akan mengikutinya.

‘Masjid’ Ibn Rusyd-Goethe di Berlin mengatakan pada hari Jumat bahwa ini adalah ‘masjid’ Jerman pertama yang mengibarkan bendera pelangi, simbol kebanggaan komunitas kealinan seks sejenis, lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer (LGBTQ). ‘masjid’ yang terletak di lingkungan Moabit pusat ibukota Jerman, membentangkan benderanya di depan sekelompok kecil orang, termasuk Senator Kebudayaan Berlin Klaus Lederer, kutip DW.

Para peserta mengenakan stiker bertuliskan “Cinta itu Halal” menjelang serangkaian acara LGBTQ yang dijadwalkan berlangsung di kota itu pada bulan Juli. Mo el-Ketab, salah satu dari enam imam ‘masjid’, mengatakan ruang itu dimaksudkan untuk menjadi “tempat aman bagi orang-orang yang berbeda, sehingga mereka juga dapat mengalami sisi spiritual kehidupan mereka.”

“Saya berharap banyak ‘masjid’ lain juga akan mengibarkan bendera dengan cara ini atau memberikan tanda-tanda positif lainnya bagi komunitas LGBT,” tambahnya.

Bendera LGBT akan tetap dipasang hingga akhir Juli, situs web LGBTQ Queer.de melaporkan. Saat di belahan dunia merayakan LBGT pada bulan Juni, ibukota Jerman akan mengadakan dua acara besar LGBTQ.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Salah satunya adalah Festival Lesbian dan Gay pada 16 dan 17 Juli, sedangkan yang lainnya adalah Christopher Street Day (CSD) pada 23 Juli.  Menurut surat kabar Der Tagesspiegel yang berbasis di Berlin, penyelenggara telah merencanakan acara selama empat minggu mulai dari peringatan protes Stonewall pada 28 Juni hingga Hari Christopher Street.

Anggota dewan CSD Marc-Eric Lehmann mengatakan bendera pelangi di ‘masjid’ Ibn Rushd-Goethe mengirimkan “tanda yang sangat kuat” dan “sangat penting” untuk menemukan tempat bagi agama di komunitas LGBTQ. “Orang queer juga bisa religius dan percaya pada Tuhan,” katanya. “Kita seharusnya tidak hanya berbicara tentang ruang aman di bar dan klub di Berlin, kita juga harus berbicara tentang ruang aman di tempat ibadah.”

Ia diklaim satu-satunya ‘masjid’ liberal di Jerman di mana pria dan wanita diundang untuk berdoa bersama. Ini pertama kali didirikan hanya lima tahun yang lalu.

Melarang cadar membolehkan ibadah campur

‘Masjid’ ini diresmikan pada Juni 2017, dinamai bapak kedokteran dan seorang ulama fikih  Andalusia-Arab Ibn Rusyd dan penulis Jerman Johann Wolfgang von Goethe.  Tempat ibadah ini didirikan oleh Seyran Ateş, seorang pengacara Jerman dan seorang feminis keturunan Turki dan Kurdi.

Seyran Ates saat menjelaskan peresmian masjid ini tahun 2017/AFP

Tempat ini diakui bercirikan liberal. Diantaranya mmenerima komunitas LGBT, dan secara terbuka diperuntukkan untuk kelompok Sunni, Syiah dan Muslim lainnya.

Yang menarik penutup wajah seperti burqa atau niqab dilarang di tempat ini. Laki-laki dan perempuan ‘shalat’ berjamaah di ‘masjid’ dan perempuan tidak wajib memakai jilbab.

“Tidak seorang pun akan diizinkan masuk dengan niqab atau cadar burqa. Ini untuk alasan keamanan dan juga keyakinan kami bahwa cadar tidak ada hubungannya dengan agama, melainkan pernyataan politik,” kata Ateş kepada Der Spiegel, yangmengaku kepada wartawan bahwa dia terinspirasi Wolfgang Schäuble, Menteri Keuangan Jerman, yang mengatakan bahwa kelompok Muslim liberal harus bersatu.

Jamaah ‘masjid’ kaum liberal ini sedang beribadah (EPA)

Darul-Ifta al-Masriyyah, sebuah Badan Fatwa Mesir pernah menyatakan, prinsip-prinsip masjid liberal ini tidak sesuai dengan Islam. Departemen hukum Universitas al-Azhar Mesir juga pernah mengeluarkan fatwa melarang masjid-masjid liberal seperti ini.

Otoritas Muslim utama Turki, Diyanet, mengatakan tahun 2017,  masjid liberal tersebut merupakan sebuah eksperimen yang bertujuan tidak lebih dari sekedar merusak dan menghancurkan agama. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bendera pelangifeminismelgbtMasjid Ibn Rusyd-Goethemasjid LGBTMasjid liberalmasjid liberal jermanSeyran Ateş
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FBI Menyewa Vila Mewah di Istanbul, saat Teroris ‘ISIS’ Ditangkap
Tulisan selanjutnya Pendiri Yayasan Bantual Amal Muslim Bebas dari Tahanan Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?