Hidayatullah.com– Sekitar 50.000 orang didesak untuk mengevakuasi diri dari rumah-rumah mereka sementara banjir merendam Sydney untuk ketiga kalinya di tahun ini saja.
Sejumlah daerah di Sydney, kota terbesar di Australia, menerima kucuran hujan setara jumlah normal delapan bulan hanya dalam 4 hari.
Jalan-jalan terputus, sebagian rumah terendam air bah dan ribuan tempat tinggal terputus aliran listriknya.
Banjir yang melanda sejumlah daerah di Australia – didorong oleh fenomena cuaca La Niña – telah menewaskan lebih dari 20 orang tahun ini, kebanyakan di wilayah negara bagian New South Wales.
Dalam situasi darurat saat ini sudah lebih dari 100 perintah evakuasi dikeluarkan di Greater Sydney.
Penduduk di 50 daerah lain telah diperingatkan untuk siap-siap mengungsi, karena beberapa sungai besar meluap airnya. Cuaca buruk juga dialami daerah di sekitarnya Hunter dan Illawarra.
Beberapa wilayah NSW telah mengalami hujan 800 mm dalam empat hari, kata Bureau of Meteorology. Angka itu sepertiga lebih banyak dari rata-rata curah hujan di wilayah Greater London, Inggris, selama setahun.
Bagi banyak penduduk setempat, ini adalah banjir ketiga mereka tahun ini, lansir BBC Selasa (5/7/2022).
Para ahli mengatakan keadaan darurat banjir diperburuk oleh perubahan iklim dan fenomena cuaca La Niña.
Fenomena cuaca La Niña terbentuk ketika angin kuat menghempas air permukaan perairan hangat di Pasifik menjauh dari Amerika Selatan dan menuju ke arah Indonesia. Di tempat itu kemudian air yang bersuhu lebih dingin terangkat ke permukaan. Dampaknya di Australia, La Niña meningkatkan angka kejadian hujan, badai siklon dan temperatur yang lebih dingin di siang hari.*