Hidayatullah.com–Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali memperingatkan bahwa semua pihak yang terlibat dalam perang sipil di Ethiopia melakukan pelanggaran HAM berat.
Ada risiko di seluruh kawasan dan semua pihak harus mundur, kata PBB pada pertemuan Human Rights Council di Jenewa.
Diprakarsai oleh Uni Eropa, pertemuan tersebut akan memutuskan apakah akan menunjuk tim internasional untuk menyelidiki pelanggaran yang menurut kelompok-kelompok peduli HAM dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Ethiopia menolak pertemuan itu dan menyebutnya sebagai bermotivasi politik. Pertemuan itu justru akan membuat para pemberontak Tigray semakin berani, kata Dubes Ethiopia di Jenewa, lansir BBC Jumat (17/12/2021).
Penangkapan massal oleh pemerintah terus berlanjut, dan 5.000 sampai 7.000 orang ditahan, termasuk staf PBB, kata badan internasional itu.*