Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelaku Pembunuhan Tuding Shinzo Abe Penyebab Kebangkrutan Ibunya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juli 2022 07:24 7:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juli 2022 07:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pria yang ditangkap karena membunuh Shinzo Abe meyakini bekas perdana menteri Jepang itu berkaitan dengan sebuah kelompok keagamaan yang ditudingnya sebagai penyebab kebangkrutan ibunya.

Tetsuya Yamagami, seorang pengangguran berusia 41 tahun, diidentifikasi oleh polisi sebagai tersangka yang mendekati perdana menteri terlama Jepang itu dari belakang dan melepaskan tembakan, sebuah serangan yang ditangkap kamera video.

Bertubuh kurus dan berkacamata dengan rambut shaggy, tersangka terlihat melangkah ke jalan di belakang Abe, yang berdiri di persimpangan, sebelum melepaskan dua tembakan dari senjata sepanjang 40 sentimeter yang dibungkus dengan selotip hitam. Dia langsung diringkus polisi di lokasi kejadian.

Dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan serangan dengan senjata rakitan, menurut laporan media lokal seperti dikutip ABC News Ahad (10/7/2022).

Yamagami adalah seorang penyendiri yang tidak menjawab ketika diajak bicara, menurut tetangganya yang berbicara kepada Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia percaya Abe mempromosikan sebuah kelompok keagamaan yang mendapatkan “sumbangan besar” dari ibunya, kata kantor berita Kyodo, mengutip sumber-sumber investigasi.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa ibunya bangkrut karena sumbangan-sumbangan itu, lapor surat kabar Yomiuri dan media lainnya.

“Ibu saya terlibat dalam sebuah kelompok keagamaan dan saya membencinya,” katanya kepada polisi, lapor Kyodo dan media lain.

Polisi menolak menjelaskan motif dan persiapan yang dilakukan Yamagami untuk melakukan serangan itu. Mereka juga menolak menyebutkan apa nama organisasi keagamaan yang dimaksud.

Yamagami merakit senjata dari suku cadang yang dibeli secara online, menghabiskan waktu berbulan-bulan merencanakan serangan, bahkan menghadiri sejumlah acara kampanye Abe lainnya, termasuk satu hari sebelumnya yang jauhnya sekitar 200 km, kata media lokal 

Dia mempertimbangkan serangan bom sebelum akhirnya memilih senjata, menurut lembaga penyiaran publik NHK.

Tersangka mengatakan kepada polisi bahwa dia membuat senjata dengan membungkus pipa baja dengan selotip, beberapa di antaranya dengan tiga, lima atau enam pipa, dengan suku cadang yang dia beli secara online, kata NHK.

Polisi menemukan lubang peluru di tanda yang dipasang di mobil kampanye di dekat lokasi penembakan dan diyakini berasal dari senapan Yamagami, kata polisi, hari Sabtu.

Yamagami tinggal di sebuah flat kecil di bangunan rumah susun yang di lantai dasar terdapat sejumlah bar kedai minum dan karaoke di mana pengunjung pria bersenang-senang bersama pelayan wanita.

Bangunan itu memiliki elevator hanya sampai lantai tiga, sehingga penghuni di lantai atas harus naik melalui tangga.

Salah satu tetangga Yamagami, seorang wanita berusia 69 tahun yang tinggal satu lantai di bawahnya, melihatnya tiga hari sebelum pembunuhan Abe.

“Saya menyapa tetapi dia mengabaikan saya. Dia hanya melihat ke bawah ke tanah ke samping, dia tidak mengenakan masker. Dia tampak gugup,” cerita wanita itu kepada Reuters.

“Sepertinya saya tidak terlihat olehnya. Sepertinya ada sesuatu yang mengganggunya.”

Seorang wanita asal Vietnam yang tinggal dua pintu dari Yamagami, yang menyebut namanya sebagai Mai, mengatakan bahwa tetangganya itu seorang pendiam dan penyendiri.

Media Jepang 

Tak lama setelah kabar kematian Abe di rumah sakit tersebar, jubir Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa seorang bernama Tetsuya Yamagami pernah berdinas selama sekitar tiga tahun di kesatuan maritim pasukan bela diri (militer) Jepang dari 2002 sampai sekitar 2005.

Yamagami mengikuti latihan di kesatuan Sasebo, sebuah pangkalan angkatan laut utama di barat daya, dan ditugaskan ke bagian artileri perusak, kata juru bicara itu. Dia kemudian ditugaskan ke sebuah kapal pelatihan di Hiroshima.

“Selama dinas mereka, anggota Pasukan Bela Diri berlatih dengan peluru tajam setahun sekali. Mereka juga melakukan latihan bongkar-pasang dan pemeliharaan senjata,” kata seorang perwira senior angkatan laut kepada Reuters.

“Tetapi karena mereka hanya mengikuti perintah ketika mereka melakukannya, sulit untuk percaya bahwa mereka memperoleh pengetahuan yang cukup untuk dapat [membuat] senjata,” katanya. Bahkan tentara yang sudah bertugas “lama tidak tahu cara membuat senjata”.

Beberapa saat setelah meninggalkan angkatan laut, Yamagami mendaftar di sebuah perusahaan kepegawaian dan pada akhir 2020 mulai bekerja di sebuah pabrik di Kyoto sebagai operator forklift, lapor surat kabar Mainichi.

Dia tidak pernah memiliki masalah sampai pertengahan April, ketika dia bolos kerja tanpa izin dan kemudian mengatakan kepada bosnya bahwa dia ingin berhenti, kata surat kabar itu. Dia menghabiskan liburannya dan berakhir pada 15 Mei.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JepangpembunuhanShinzo AbeTetsuya Yamagami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Izin Operasi Klub Komedi Kuala Lumpur Dihentikan setelah Video Viral Dinilai Menghina Islam
Tulisan selanjutnya Banyak Masjid Diduduki Pasukan Rusia, Tentara Muslim Ukraina Tetap Rayakan Idul Adha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?