Hidayatullah.com– Rafael Caro Quintero, salah satu pendiri kartel narkoba Guadalajara buronan FBI, telah ditangkap oleh pasukan Meksiko setelah hampir sepuluh tahun keluar dari penjara, kata Angkatan Laut Meksiko.
Caro Quintero, gembong narkoba yang dijuluki “the narco of narcos” terlibat pembunuhan seorang personel dinas anti-narkoba Amerika Serikat pada 1985. Sejak keluar penjara pada 2013 dia diburu oleh US Federal Bureau of Investigation (FBI).
Caro Quintero diringkus setelah anjing pelacak bernama Max menemukannya di tempat persembunyian di kota San Simon di negara bagian Sinaloa dalam operasi gabungan antara AL Meksiko dan kantor Kejaksaan Agung, menurut pernyataan yang dikeluarkan pihak angkatan laut.
Lokasi penemuan Caro Quintero berada di daerah pegunungan dekat perbatasan Sinaloa dengan negara bagian Chihuahua.
Potongan video yang sangat pendek yang dirilis oleh angkatan laut menunjukkan Caro Quintero – wajahnya buram – mengenakan celana jins, kemeja biru basah kuyup dan jaket khaki longgar sementara lengannya dipegang oleh aparat berpakaian seragam loreng, lapor The Guardian Sabtu (16/7/2022).
Sebuah helikopter Angkatan Laut Blackhawk yang membawa 15 orang jatuh di dekat kota pesisir Los Mochis pada saat yang sama ketika operasi penangkapan Cora Quintero dilakukan, menewaskan 14 orang di dalamnya, kata pernyataan itu. Indikasi awal menunjukkan peristiwa itu merupakan “kecelakaan” yang penyebabnya masih belum diketahui pasti.
Penangkapan itu terjadi beberapa hari setelah Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador bertemu Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih.
Caro Quintero yang berasal dari La Noria, Sinaloa, mungkin paling dikenal sebagai salah satu pendiri kartel Guadalajara. Masa kejayaan kelompok itu terjadi pada 1970-an dan 1980-an, ketika mereka memperdagangkan kokain, heroin, dan ganja dari Meksiko ke Amerika Serikat.
Salah satu tukang pukul kelompok itu atau “sicario” adalah Joaquin “El Chapo” Guzman, yang kemudian mendirikan kartel Sinaloa dan sekarang me dekam di penjara AS.
Caro Quintero pernah dijatuhi hukuman penjara 40 tahun dalam kasus penculikan, penyiksaan dan pembunuhan seorang personel US Drug Enforcement Administration (DEA), Enrique “Kiki” Camarena, pada tahun 1985.
Caro Quintero meyakini bahwa Camarena menjadi penyebab penggerebekan di perkebunan ganja tahun sebelumnya.
Pada 2013, pengadilan banding di Meksiko memutuskan untuk membebaskan Caro Quintero setelah menjalani 28 tahun dari vonis 40 tahun. Keputusan ini membuat marah pihak berwenang AS dan kejaksaan Meksiko. Mahkamah Agung kemudian membatalkan keputusan pengadilan banding tersebut.
Namun, Caro Quintero terlanjur dilepas dan bersembunyi. Sejak itu aparat AS terus memburunya.
Mike Vigil, bekas kepala operasi internasional DEA, berkata, “Ini mungkin salah satu tangkapan paling penting dalam satu dekade terakhir dilihat dari kepentingan DEA.”
Sebelum pengumuman penangkapan Caro Quintero pada hari Jumat, pemerintah AS menawarkan hadiah hingga $20 juta untuk informasi yang memungkinkan penangkapannya.
Caro Quintero, yang kalah di pengadilan banding dalam upaya membatalkan ekstradisinya ke AS, akan dibawa ke negeri Paman Sam secepatnya, kata seorang pejabat Meksiko.
Sementara pria berusia 69 tahun itu bukan lagi pemain besar dalam perdagangan narkoba, penangkapannya tetap signifikan bagi pihak Meksiko maupun AS. Washington sempat geram dengan pemerintah tetangganya itu karena terkesan ogah-ogahan untuk mengekstradisi penjahat narkoba itu sebelum dibebaskan dari penjara sepuluh tahun silam.*