Hidayatullah.com– Penyebaran cacat monyet di lebih 70 negara merupakan situasi luar biasa yang layak dikategorikan sebagai darurat global, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Sabtu (23/7/2022).
Darurat global adalah tingkat kewaspadaan tertinggi yang dimiliki WHO, tetapi bukan berarti penyakit bersangkutan mudah menular atau mematikan. Deklarasi serupa pernah dipakai WHO atas wabah virus Zika tahun 2016 yang meluas di Amerika Latin dan penyakit polio yang saat ini terus diupayakan pemberantasannya. Sebelumnya pada 2014 wabah Ebola di Afrika Barat juga dinyatakan sebagai darurat dan yang paling terbaru adalah Covid-19.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membuat keputusan cacar monyet sebagai darurat global meskipun tidak ada konsensus di antara para ahli di komite darurat badan kesehatan PBB itu. Ini adalah pertama kalinya seorang kepala badan kesehatan PBB secara sepihak membuat keputusan seperti itu tanpa rekomendasi para ahli, lansir Associated Press.
Kepala kedaruratan WHO, Dr. Michael Ryan, mengatakan bahwa direktur jenderal menyatakan cacar monyet sebagai darurat global untuk memastikan dunia menanggapi wabah saat ini dengan serius.
Menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention, lebih dari 16.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di 74 negara sejak sekitar bulan Mei. Sampai saat ini, kematian cacar monyet hanya dilaporkan di Afrika, di mana varian virus yang lebih berbahaya menyebar, terutama di Nigeria dan Kongo.
Pakar cacar monyet dari WHO, Dr. Rosamund Lewis, pekan ini mengatakan bahwa 99% dari semua kasus cacar monyet di luar Afrika terjadi pada pria, dan dari jumlah tersebut sebanyak 98% melibatkan pria yang berhubungan seks dengan pria. Para ahli menduga wabah cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara menyebar melalui hubungan seks di dua pesta-pora yang digelar kaum LGBT di Belgia dan Spanyol.
Michael Head, seorang peneliti senior di bidang kesehatan global di Universitas Southampton, mengatakan deklarasi darurat WHO itu dapat membantu pendonor seperti Bank Dunia menyediakan dana untuk menghentikan wabah ini baik di Afrika maupun di Barat.
Di AS, beberapa ahli berspekulasi cacar monyet kemungkinan akan menjadi penyakit menular seksual yang mengakar di negara itu, seperti halnya gonore, herpes, dan HIV.*