Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tanpa Konsultasi Pakar, Sekjen WHO Tetapkan Wabah Cacar Monyet Darurat Global

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Juli 2022 16:32 4:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juli 2022 16:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penyebaran cacat monyet di lebih 70 negara merupakan situasi luar biasa yang layak dikategorikan sebagai darurat global, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Sabtu (23/7/2022).

Darurat global adalah tingkat kewaspadaan tertinggi yang dimiliki WHO, tetapi bukan berarti penyakit bersangkutan mudah menular atau mematikan. Deklarasi serupa pernah dipakai WHO atas wabah virus Zika tahun 2016 yang meluas di Amerika Latin dan penyakit polio yang saat ini terus diupayakan pemberantasannya. Sebelumnya pada 2014 wabah Ebola di Afrika Barat juga dinyatakan sebagai darurat dan yang paling terbaru adalah Covid-19.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membuat keputusan cacar monyet sebagai darurat global meskipun tidak ada konsensus di antara para ahli di komite darurat badan kesehatan PBB itu. Ini adalah pertama kalinya seorang kepala badan kesehatan PBB secara sepihak membuat keputusan seperti itu tanpa rekomendasi para ahli, lansir Associated Press.

Kepala kedaruratan WHO, Dr. Michael Ryan, mengatakan bahwa direktur jenderal menyatakan cacar monyet sebagai darurat global untuk memastikan dunia menanggapi wabah saat ini dengan serius.

Menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention, lebih dari 16.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di 74 negara sejak sekitar bulan Mei. Sampai saat ini, kematian cacar monyet hanya dilaporkan di Afrika, di mana varian virus yang lebih berbahaya menyebar, terutama di Nigeria dan Kongo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pakar cacar monyet dari WHO, Dr. Rosamund Lewis, pekan ini mengatakan bahwa 99% dari semua kasus cacar monyet di luar Afrika terjadi pada pria, dan dari jumlah tersebut sebanyak 98% melibatkan pria yang berhubungan seks dengan pria. Para ahli menduga wabah cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara menyebar melalui hubungan seks di dua pesta-pora yang digelar kaum LGBT di Belgia dan Spanyol.

Michael Head, seorang peneliti senior di bidang kesehatan global di Universitas Southampton, mengatakan deklarasi darurat WHO itu dapat membantu pendonor seperti Bank Dunia menyediakan dana untuk menghentikan wabah ini baik di Afrika maupun di Barat.

Di AS, beberapa ahli berspekulasi cacar monyet kemungkinan akan menjadi penyakit menular seksual yang mengakar di negara itu, seperti halnya gonore, herpes, dan HIV.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cacar monyetdarurat globalgayWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemberontak Houthi Melakukan 277 Pelanggaran Kurun 48 Jam di Yaman
Tulisan selanjutnya Hawa Panas Telah Merenggut 1.700 Nyawa di Semenanjung Iberia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?