Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kepentingan AS di Iraq Masih terus berlanjut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2005 10:13 10:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Januari 2005 10:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah laporan menyatakan Pemerintahan Bush tidak akan membuat jadwal penarikan pasukan Amerika dari Iraq, tapi mengharapkan pasukan Iraq akan mulai memimpin pertempuran di beberapa daerah dalam waktu beberapa bulan ini. Koran Washington Post melaporkan hari Ahad ini bahwa pasukan Amerika akan meninggalkan Iraq hanya setelah beberapa persyaratan terpenuhi.

Seorang pejabat pemerintahan senior menyatakan kepada koran Washington Post bahwa persyaratan itu dapat termasuk tingkat kekerasan yang terjadi di Iraq, seberapa baik pemerintahan berjalan, dan adanya pasukan keamanan yang syah yang dipimpin dan dikuasai oleh pihak Iraq. Para pejabat militer Amerika disebutkan sudah merancang sebuah rencana untuk secara bertahap menyerahkan operasi melawan pejuang Iraq kepada pasukan boneka Iraq di sebagian daerah di Iraq selatan dan utara yang relatif bebas dari aksi perlawanan.

Para komandan militer Amerika berharap akan menarik kira-kira 15.000 tentara dari Iraq sebelum pertengahan tahun ini. Tapi kecil kemungkinan untuk menarik lebih banyak tentara lagi sampai paling tidak akhir tahun ini.

“Karena demokrasi sedang berlangsung di Iraq, misi Amerika di sana akan berlanjut. Pasukan militer, diplomat, dan personel sipil kita akan membantu pemerintah terpilih di Iraq untuk mengupayakan keamanan dan melatih polisi militer Iraq serta pasukan lainnya,” ujar Bush dalam pidato mingguannya di radio Sabtu malam. Dia juga tidak menyebutkan kemungkinan tanggal penarikan pasukan AS dari Iraq itu.

“Pemilu ini juga penting bagi Amerika. Pemilu kemarin akan menambah momentum demokrasi. Setiap warga Iraq yang memberikan suaranya layak mendapatkan kekaguman dunia,” kata presiden AS tersebut. Tak lupa Bush juga memuji-muji beberapa negara yang bisa melaksanakan demokrasi. “Selama tahun kemarin, dunia telah menyaksikan kesuksesan pemilu di Afghanistan, Malaysia, Indonesia, Georgia, Ukraina, dan wilayah Palestina, “ tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum Pemilu Iraq dipaksakan, Presiden Bush terus mendapat banyak tekanan di dalam negeri. Salah satu anggota Konggres yang banyak mengecam Bush adalah Edward Kennedy. Menurut Senator Massachusetts ini, AS harus mulai mundur secara militer dan politik dari Iraq untuk menarik seluruh pasukan secepatnya tahun depan. “Sedikitnya 12 ribu pasukan AS harus keluar sekaligus dari (Iraq) untuk mengirimkan sinyal mengenai keinginan AS mengurangi kesan pendudukan,” ujar Kennedy.

Namun, Bush tidak bersedia menentukan kemungkinan waktu penarikan pasukan AS. Meski begitu, menurut The Washington Post kemarin, Bush justru mengatakan akan menjadikan pasukan Iraq sendiri di garda depan melawan pejuang Iraq, bukan pasukan AS.

Menurut Bush, dirinya sudah menyusun rencana yang memungkinkan pasukan keamanan Iraq memimpin operasi di wilayah utara dan selatan negara tersebut. Pada saat itu, sebagian pasukan AS akan mengemban misi mem-back up peranan atau pergantian melatih unit-unit keamanan Iraq. Alasannya, dengan begitu, sekitar 15 ribu pasukan AS atau tiga di antara 20 brigade Amerika di Iraq bisa dipulangkan, yang diperkirakan berlangsung pada musim semi atau musim panas ini. Pengurangan lainnya hampir tidak mungkin dilakukan, kecuali pada akhir 2005 atau awal 2006

Sebagaiamana diketahui, semenjak menjajah Iraq, banyak pasukan AS tewas di tangan mujahidin Iraq. Pasukan AS terus menjadi buruan empuk di mana-mana. Bekas Presiden ‘Gold Star Wives of America Inc’, sebuah agen bantuan isteri korban perang AS mengatakan, jumlah korban pihak pasukan AS di Iraq melebihi korban perang Vietnam. Tak sesuai yang diberitakan media AS. (rtr/ap/voa/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemilu Iraq Terlaksana, tapi Konflik Masih Panjang
Tulisan selanjutnya Judi Internet Marak di Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Berita
21 Juli 2026 22:34
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Terbaru

  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?