Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Berhijab di Jerman dan Belanda Lebih Cenderung Alami Diskriminasi Daripada yang Tidak

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Juli 2022 13:18 1:18 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 Juli 2022 11:30
Bagikan
Bagikan

Sebuah studi menemukan bahwa wanita muslim berhijab di Belanda dan Jerman lebih sering mengalami diskriminasi ketika melamar pekerjaan

Hidayatullah.com — Wanita Muslim berhijab di Belanda dan Jerman lebih sering mengalami diskriminasi ketika melamar pekerjaan dari pada yang tidak berhijab. Hal ini diungkap dalam artikel akademis yang diterbitkan oleh jurnal European Sociological Review.

Diskriminasi terang-terangan umumnya terjadi ketika pekerjaan itu membutuhkan tatap muka antara klien dan pelanggan, menurut eksperimen lapangan yang ekstensif tersebut.

Para peneliti juga menemukan bahwa wanita berhijab di Spanyol lebih sedikit didiskriminasi dibandingkan dengan Belanda dan Jerman.

Tiga peneliti Marina Fernandez-Reino, Valentina Di Stasio dan Susanne Veit mengidentifikasi apakah perusahaan (pemilik lowongan pekerjaan) mendiskriminasi semua pelamar Muslim (berhijab atau tidak), atau hanya mereka yang menganut praktik keagamaan Muslim seperti mengenakan hijab atau jilbab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka memilih satu kelompok kandidat dan mengajukan dua lamaran pekerjaan untuk masing-masing kandidat. Satu lamaran dilampirkan dengan foto berhijab dan yang lainnya tanpa hijab. Kegiatan agama dari wanita Muslim yang tidak berjilbab ditandai melalui kegiatan sukarela mereka di pusat keagamaan.

Lowongan pekerjaan bervariasi mulai dari penata rambut, asisten toko hingga respsionis dan sales – pekerjaan yang membutuhkan tatap muka dengan pelanggan.

Pekerjaan yang dipilih bervariasi dalam persyaratan pendidikan mereka, dengan juru masak, asisten toko, dan penata rambut umumnya membutuhkan kualifikasi yang lebih rendah daripada pekerjaan lainnya di ketiga negara.

Di Belanda, hampir 70 persen lamaran pekerjaan yang menyertakan foto wanita tanpa hijab menerima respon positif untuk pekerjaan yang membutuhkan kontak pelanggan yang tinggi. Namun untuk lamaran dengan foto berhijab angka positifnya hanya 35 persen.

“Tingkat diskriminasi yang tinggi yang kami temukan di Belanda, di mana konteks kelembagaan secara tradisional terbuka untuk mengakomodasi hak-hak minoritas agama, sangat mengejutkan dan menunjukkan kemungkinan efek stigmatisasi dari kebijakan baru-baru ini yang diarahkan pada asimilasi budaya para imigran,” para peneliti mencatat.

Eksperimen lapangan di Jerman juga memberikan hasil yang serupa. Sementara 53 persen wanita Muslim berhijab mendapat tanggapan positif dari pemilik pekerjaan, hanya sekitar 25 persen wanita berhijab yang mendapat tanggapan positif.

Di Spanyol, bagaimanapun, tingkat diskriminasi terhadap wanita Muslim berhijab tidak signifikan secara statistik.

Temuan baru-baru ini melengkapi beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan Muslim berhijab kurang memiliki keuntungan di pasar kerja.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Doris Weichselbaumer dari Cornell University menemukan pada tahun 2019 bahwa di Jerman, tidak hanya wanita berhijab, tetapi juga wanita dengan nama non-Jerman yang menyiratkan latar belakang imigran juga menghadapi diskriminasi.

Tingkat panggilan balik untuk wawancara kerja dari pelamar yang sama dengan nama Jerman dan foto terbuka adalah 18,8 persen sementara hanya 13,5 persen ketika pelamar memiliki nama Turki dan foto terbuka.

Kombinasi nama Turki dan jilbab terbukti menjadi bagian yang paling didiskriminasi di antara semua aplikasi karena tingkat panggilan balik mereka tetap hanya 4,2 persen.

Studi terbaru yang diterbitkan oleh jurnal European Sociological Review mencatat bahwa kandidat Muslim yang mengenakan pakaian keagamaan juga dapat diperlakukan tidak adil dalam wawancara kerja untuk pekerjaan yang tidak memerlukan kontak langsung dengan pelanggan.

Para peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar pengusaha menunjukkan keengganan terhadap semua jenis pakaian keagamaan, termasuk yang dikenakan oleh pria.*


YUK IKUT.. WAKAF ALAT & SARANA
DAKWAH MEDIA

Sarana dan alat Dakwah Media, senjata penting dalam dakwah.
Wakaf dan jariyah Anda sangat membantu program Dakwah Media.

Transfer ke Rekening : Bank BCA No Ac. 128072.0000 (An Yys Baitul Maal Hidayatullah)

Klik Link : https://bit.ly/DakwahMediaGhazwulFikri

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya upaya pembunuhan erdogan Turkiye Menerbitkan 2 Buku tentang Masjid Hagia Sophia
Tulisan selanjutnya BMH Sultra Terima Apresiasi Sebagai LAZ Unggul Dalam Expo UMKM Sultra 2022

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?