Hidayatullah.com– Sambaran petir telah menewaskan 20 orang di delapan distrik di negara bagian Bihar di India bagian timur hanya dalam waktu sehari, 24 jam.
Kepala Menteri Bihar Nitish Kumar meminta masyarakat untuk mengikuti saran dari otoritas penanggulangan bencana negara bagian, sebab lebih banyak badai petir disertai kilat diperkirakan masih akan menghantui bagian utara negara bagian itu pada hari Rabu dan Kamis, lansir BBC.
Ratusan orang meninggal di India setiap tahun akibat sambaran petir selama musim hujan monsun (muson).
Salah satu alasan tingginya angka kematian itu adalah banyaknya orang yang bekerja di luar ruangan di India dibandingkan dengan orang di belahan lain dunia, sehingga mereka lebih rentan.
Pada hari Selasa (26/7/2022), Mr Kumar mengumumkan kompensasi 400.00 rupee ($5.008) untuk keluarga masing-masing korban.
Kepala pemerintahan Bihar mengadakan pertemuan pekan lalu dan meminta pejabat negara bagian itu untuk memasang penangkal petir di semua gedung pemerintah, termasuk sekolah dan rumah sakit, lapor surat kabar The Times of India.
Posisi geografis negara bagian itu membuatnya sangat rentan terhadap sambaran petir yang sering terjadi selama musim hujan, kata laporan itu.
India mencatat lebih dari 18 juta sambaran petir antara April 2020 dan Maret 2021, menurut sebuah studi oleh organisasi nirlaba Climate Resilient Observing Systems Promotion Council. Angka itu 34% lebih banyak dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.*