Hidayatullah.com–Inggris sedang menggencarkan imunisasi Covid-19 agar sebanyak mungkin orang bisa disuntik vaksin dalam waktu singkat , tetapi banyak di kalangan warga minoritas (Black, Asian, Minority Ethnic) yang masih ragu untuk disuntik.
Bulan lalu, kelompok penasihat ilmiah pemerintah melaporkan bahwa keraguan terhadap vaksin tertinggi di kalangan warga kulit hitam di Inggris, di mana 72% menyatakan mereka tidak mungkin atau sangat tidak mungkin untuk bersedia divaksinasi.
Sebuah klinik di Stoke-on-Trent mengatakan proporsi orang tidak mendatangi klinik untuk memenuhi undangan vaksinasi angkanya sepuluh kali lebih tinggi di kalangan BAME dibandingkan rata-rata.
“Ada sekitar 20-30% orang yang tidak datang di kalangan komunitas BAME, bandingkan dengan 2-3% di kelompok lain,” kata Dr Lenin Vellaturi kepada GPonline seperti dilansir Euronews Ahad (7/02/2021).
Seorang dokter merasakan benar bagaimana menghadapi orang yang ragu dengan vaksinasi coronavirus.
“Namun, yang membuat saya paling kesal adalah ketika saya mendengar apa yang dikatakan salah satu perawat yang saya ajak bicara, ayolah […] kita harus berangkat dan menyuntikkan vaksin ini. Dan dia bilang, tidak, pastor saya bilang tidak,” kata Dr Michael Dawes dari Royal Shrewsbury Hospital.
“Dan saya jadi … perkataannya itu sangat mengejutkan saya, saya jadi marah, dan saya katakan kepadanya ‘berikan nomor telepon pastormu biar saya bicara dengan pastormu’,” imbuhnya Dr Dawes.
“Banyak orang yang ragu-ragu terhadap vaksinasi di kalangan komunitas kulit hitam, Asia dan etnis minoritas lain,” kata anggota parlemen Inggris Shabana Mahmood.
Menteri Vaksin Inggris Nadhim Zahawi, pekan lalu mengatakan bahwa pemerintah akan mengkaji isu “tingkat penolakan”, khususnya di kalangan komunitas BAME.*