Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Selandia Baru Tidak Melarang Cadar

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 5 Juli 2011 14:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan perempuan muslim yang menggunakan cadar tidak seharusnya didiskriminasi.

Seperti diberitakan AFP, pernyataan itu disampaikan setelah dua orang perempuan Saudi dilaporkan diminta keluar dari bis, karena pakaian yang dikenakannya.

Diplomat Saudi di Selandia Baru bersama pemerintah akan meningkatkan kewaspadaan setelah dua peristiwa yang terjadi secara terpisah di Auckland, di mana perempuan diminta keluar dari bus, karena mereka memakai cadar yang menutupi wajah mereka, seperti dilaporkan oleh koran Dominion Post.

Kasus lainnya, seorang pelajar Saudi Arabia ditinggalkan di jalanan dalam kondisi menangis, setelah pengemudi bis meneriakan “keluar” dan menutup pintu kendaraan itu, kata suratkabar itu.

Key mengatakan dia sangat nyaman dengan perempuan yang menggunakan cadar, dia menambahkan: “Itu tidak akan menyakiti saya. Itu merupakan bagian dari kepercayaan orang.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menggambarkan masyarakat Selandia Baru memiliki toleransi dan terbuka, sembari menyebutkan tidak perlu untuk melarang pemakaian cadar di depan publik, seperti dilakukan Prancis.

“Saya pikir dalam prakteknya, dan kedua pihak, orang harus menghormati budaya dan kepercayaan orang lain,” kata Key kepada wartawan.

“Ada sejumlah alasan praktis yang menyebabkan burka tidak dapat dipakai, misalnya di bank, untuk alasan keamanan dari waktu ke waktu mereka akan melaksanakan (aturan) itu.

“Tetapi sebagian besar kami merupakan masyarakat yang multi kultur dan kami harus menghormati kepercayaan orang lain.”

April lalu, Prancis menjadi negara pertama di Eropa yang menerapkan larangan untuk menggunakan cadar di depan publik, termasuk cadar dan burka.

Perusahaan bis terbesar di Selandia Baru, yang terlibat dalam kedua peristiwa di Auckland, mengatakan dua orang pengemudi telah dikirim ke program konseling tetapi tidak dipecat karena tindakan mereka bukan karena alasan agama.

“Kedua pengemudi…. mengklaim itu bukan persoalan agama… tetapi mereka memilki fobia terhadap orang yang menggunakan topeng, itu sebabnya kami tidak memecat mereka,” kata manajer NZ Bus kepada Dominion Post.

Sementara, konsulat jenderal Arab saudi di Auckland menolak untuk berkomentar. * 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Ada Propaganda Menghilangkan Kata ‘Jihad’ dan ‘Islam’
Tulisan selanjutnya The Shift : Jalan Menuju Kemerdekaan Ekonomi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?