Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Wanita Dituduh Menjebak Pria Muslim untuk Melakukan ‘Jihad Cinta’ dan Pemerkosaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Juni 2023 10:59 10:59 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juli 2022 13:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang wanita di Delhi, India, mengaku telah disewa dua pria untuk menjebak seorang pria Muslim melakukan “jihad cinta” dan pemerkosaan di Kasganj, Uttar Pradesh. Kedua pria itu akhirnya ditangkap polisi, namun dibebaskan dengan jaminan, kutip laman The Hindu.

Kasus ini terindikasi berbau politik karena salah satu dari kedua pria tersebut telah mengidentifikasi dirinya sebagai “wakil presiden distrik sayap pemuda Partai Bharatiya Janata (BJP)” di halaman Facebook-nya. Partai Bharatiya Janata adalah partai nasionalis Hindu yang saat ini berkuasa di India.

Wanita berusia 24 tahun yang membuat pengakuan kepada polisi diidentifikasi sebagai Radha. Dia sebelumnya menuduh seorang pria Muslim, yang diidentifikasi sebagai Prince Qureshi, telah berjanji untuk menikahinya dan kemudian memerkosanya.

Qureshi, kata Radha dalam tuduhan awalnya, telah menyamar sebagai seorang Hindu. Gara-gara tuduhan itu, polisi mendakwa Qureshi Pasal 376 (pemerkosaan), 323 (menyebabkan luka), dan 506 (intimidasi) Undang-undang Pidana India pada 16 Juli.

Tuduhan itu pula yang membuat sekitar 200 pekerja organisasi Hindutva,  organisisasi radikal Hindu yang sangat anti-Islam, melakukan protes di dekat kantor polisi Ganjdundwara di Kasganj.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada akhir tahun 2020, negara bagian Uttar Pradesh menerapkan undang-undang kontroversial yang diklaim untuk mengekang “jihad cinta”–sebuah stigma dan konspirasi imajiner yang dijajakan kelompok Hindutva untuk mempopulerkan gagasan bahwa pria Muslim telah memikat wanita Hindu melalui cara yang tidak adil yang tujuannya meningkatkan populasi Muslim di negara itu. Beberapa kasus yang diajukan di bawah hukum telah dikritik sebagai partisan.

Kementerian Dalam Negeri sebelumnya mengatakan tidak memiliki data tentang kasus-kasus seperti itu. Radha dilaporkan menarik kembali tuduhannya terhadap pria Muslim dan sekarang mengatakan bahwa dua pria–Aman Chauhan dan Akash Solanki–telah mempekerjakannya untuk membuat tuduhan palsu. Pernyataan Radha dicatat di hadapan hakim berdasarkan Pasal 164 Undang-Undang Pidana India.

Menurut laporan Times of India, Selasa (26/7/2022), akun Facebook Chauhan mengeklaim bahwa dia adalah pemimpin sayap pemuda BJP. Namun, presiden BJP untuk Kasganj mengatakan; “Dia telah dikeluarkan dari partai.” Laporan media tersebut mengatakan bahwa Qureshi dan orang-orang yang dituduh adalah saingan bisnis dari kedua pria tersebut.

“Jihad cinta”, sebuah istilah yang disematkan kelompok Hindu untuk menuduh orang-orang Muslim telah membujuk para perempuan Hindu untuk memeluk Islam melalui pernikahan. Dalam sepuluh tahun terakhir, beberapa politisi BJP terus mengkampanyekan istilah ini, meskipun India memiliki sebanyak 200 juta populasi Muslim.

Banyak aktivis HAM India, termasuk Shabnam Hashmi, menentang pandangan keliru ini. Mereka menuding partai yang berkuasa, BJP, dan organisasi induknya yang berhaluan ekstrem kanan, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), berusaha menarget kaum Muslim India.

“RSS berusaha menyebarkan gossip bahwa pria-pria Muslim secara terorganisir merayu perempuan-perempuan Hindu dan membujuk mereka agar berpindah ke agama Islam melalui pernikahan. Mereka kemudian memproduksi anak sehingga populasi Muslim meningkat di India,” katanya.

Tidak hanya RSS yang menggelar usaha menentang jihad cinta. Banyak organisasi Hindu berhaluan kanan juga mengambil tindakan serupa, seperti Hindu Sena, yang juga dikenal sebagai Hindu Army. Mereka bahkan telah melakukannnya selama hampir 10 tahun terakhir.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hindutvajihad cintamuslim India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya gelombang ketiga Dikhawatirkan Jadi Tempat Penyebaran LGBT, Begini Kata Wagub DKI tentang Citayam Fashion Week
Tulisan selanjutnya Permendag no 20 Ketua MUI: Ruang Publik Harus Bersih dari Promosi LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?