Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putin Perintahkan Militer Rusia Tambah Jumlah Personel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2022 14:20 2:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Agustus 2022 14:20
Bagikan
operasi militer rusia
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Rusia Vladimir Putin hari Kamis (25/8/2022) memerintahkan militer Rusia untuk menambah jumlah personel sebanyak 137.000 sehingga total menjadi 1,15 juta.

Dekrit presiden itu, yang akan berlaku mulai 1 Januari, tidak menyebutkan secara khusus bagaimana cara menambah jumlah personel apakah lewat wajib militer atau pendaftaran sukarela arau keduanya.

Semua pria Rusia berusia 18-27 tahun harus menjalani wajib militer selama satu tahun, tetapi sebagian besar menghindari wajib militer karena alasan kesehatan atau penundaan yang diberikan kepada mahasiswa. Jumat pria yang menghindari wajib militer sangat besar di Moskow dan kota-kota besar lainnya, lansir Associated Press.

Militer Rusia menjaring wajib militer dua kali setahun, mulai 1 April dan 1 Oktober. Putin memerintahkan penjaringan 134.500 wajib militer musim semi awal tahun ini dan 127.500 musim gugur lalu.

Beberapa tahun terakhir, Kremlin menekankan peningkatan jumlah tentara kontrak sukarela dalam upaya memodernisasi tentara dan meningkatkan kapabilitasnya. Sebelum Kremlin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, militer Rusia memiliki lebih dari 400.000 tentara kontrak, sekitar 147.000 di antaranya angkatan darat. Jumlah wajib militer diperkirakan sekitar 270.000, dan sisanya adalah perwira dan bintara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Media Rusia dan organisasi non-pemerintah mengatakan pihak berwenang Rusia berusaha untuk meningkatkan jumlah pasukan yang dikerahkan di Ukraina dengan menarik lebih banyak sukarelawan, melibatkan tentara bayaran swasta dan bahkan menawarkan amnesti bagi narapidana sebagai imbal-balik dari kesediaan mereka dikirim ke medan perang.

Sejumlah analis militer mengatakan jika peperangan di Ukraina berlarut-larut, jumlah itu jelas tidak cukup untuk menopang operasi di Ukraina, yang membutuhkan pasukan berkekuatan 1 juta orang.

Namun, upaya mobilisasi massa kemungkinan akan menyulut kemarahan rakyat dan mengganggu stabilitas politik Rusia.Hal seperti ini pernah terjadi di masa perang pemisahan diri Chechnya pada 1990-an dan awal 2000-an, ketika pasukan wajib militer Rusia yang kurang terlatih dikerahkan ke pertempuran dan mengalami kekalahan besar.

Kolonel (purn) Viktor Murakhovsky mencatat bahwa dekrit Putin yang dirilis pada hari Kamis itu mencerminkan tekanan untuk mengerahkan sebanyak mungkin pasukan  di tengah aksi militer di Ukraina.

Dalam komentar yang dikutip situs media online RBC, Murakhovsky mengatakan Kremlin sepertinya akan mengandalkan tentara yang mendaftar secara sukarela.

Seorang pakar militer Rusia lain, Alexei Leonkov, juga mengatakan pihak berwenang tidak akan memperluas wajib militer dan akan menambah jumlah pasukan dengan mempekerjakan lebih banyak tentara kontrak.

“Peralatan militer baru semakin kompleks, dan orang-orang yang mengoperasikannya membutuhkan pelatihan setidaknya selama tiga tahun,” kata Leonkov seperti dikutip oleh kantor berita resmi RIA Novosti. “Tentara wajib militer tidak akan membantu, jadi tidak akan ada peningkatan jumlah wajib militer.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:militerrusiatentaraUkraiyVladimir Putinwajib militer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar dan Arab Saudi Tanam Investasi Besar di Pakistan
Tulisan selanjutnya Lebih dari 70 Negara Impor Kurma dari Festival Buraidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?