Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kematian Koh Steven Diangkat Media Internasional, Al Jazeera: Ia Telah Mengislamkan 63 Ribu Orang

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2022 16:41 4:41 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 Oktober 2022 16:45
Bagikan
koh steven
Bagikan

Hidayatullah.com—Kematian pendiri Mualaf Center Indonesia (MCI) Steven Indra Wibowo atau Koh Steven mendapat perhatian luas, bahkan media internasional terbesar di Timur Tengah. Meninggalnya aktivis dakwah ini telah mengundang Al Jazeera turut memberitakannya.

“Seorang pemuda yang masuk Islam dan telah mengislamkan 63.000 orang … penceramah Koh Steven telah meninggal dunia di umur 41 tahun,” demikian keterangan di akun instagram Al Jazeera, Senin (16/10/2022).

https://www.instagram.com/p/Cjy0At7IV4X/

Unggahan tersebut juga disertai dengan video berita pendiri Muala Centre Indonesia (MCI), Dompet Madani, dan Vertizone TV ini. Pria yang akrab dipanggil Koh Steven meninggal dunia RSI Wonokromo, Surabaya setelah shalat Isya pada Jumat 14 Oktober 2022.

Sosok yang aktif membantu dan mendampingi para mualaf itu meninggal dunia tanpa disertai gejala atau sakit apapun, seperti yang dijelaskan Agung Heru Setiawan, pengurus MCI.  Ia masuk rumah sakit tidak lama acara Hijrah Fest, dimana ia ikut memberi dukungan, ditolak salah satu ormas Islam.

Koh Steven berasal dari keluarga keturunan Tionghoa di Yogyakarta dan masuk Islam pada tahun 2000 ketika ia berusia 19 tahun. Dia kemudian mengubah namanya menjadi Indra Wibowo ash-Shiddiqi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Berita Koh Steven Indra Wibowo di laman IG Al Jazeera bahasa Arab

Setelah masuk Islam, dia secara aktif berdakwah, membantu para mualaf dan melakukan banyak kegiatan sosial. Ketika pandemi Covid melanda Indonesia, Koh Steven bersama MCI membagikan ratusan ribu alat kesehatan seperti masker dan PPE kepada petugas yang bekerja menangani Covid-19 dan masyarakat umum.

Almarhum bahkan menjual rumahnya seharga Rp 5,5 miliar, tujuh mobil dan tiga moge miliknya untuk bisa membantu penanganan Covid-19.  Video berita di akun Al Jazeera terkait Koh Steven Indra Wibowo dilihat lebih dari 103.644 orang, dan mengundang lebih dari 650 komentar.

“Semoga Allah merahmatinya, mengampuninya, dan memberinya surga tertinggi bersama para nabi, sahabat, syuhada, dan orang-orang shaleh. Dia mendedikasikan hidupnya untuk melayani Islam dan Muslim. Semoga Allah membalas kebaikannya,” tulis pemilik akun @swmh_smy.

“Semoga Allah merahmatinya, mengampuninya, menghuninya di tamannya yang luas, dan mengilhami keluarga dan kerabatnya dalam kesabaran, dan kepada Tuhan kita akan Kembali,” tulis @ayoub_chamsi10.

Masa Lalu

Steven Indra Wibowo lahir di Jakarta pada 14 Juli 1981. Menurut Skripsi Agun Akbar Tabrani berjudul “Penetrasi Sosial dan Dakwah Steven Indra Wibowi dalam Pembinaan Mualaf di Mualaf Center Indonesia (MCI)” disebutkan, Steven Indra Wibowo merupakan Sekretaris I Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga) dan juga pendiri Mualaf Center Indonesia (MCI).

Koh Steven dikenal doyan belajar. Ia menyelesaikan SD hanya 5 tahun, SMP hanya 4 tahun, dan SMA hanya 2 tahun di usia 14 tahun. Sebelum memutuskan memeluk Islam, Steven Indra Wibowo sempat kuliah di Leiden University Belanda hingga S2.

“Saya memilih di situ, karena itu kampus Katolik tertua dan terlengkap perpustakaanya, “ katanya dalam Kanal Youtube Vertizone.

Ia pernah menjadi seorang imam di gereja Katolik di Paroki Jakarta Utara yang tugasnya memberikan konseling, memimpin misa dan mengajar filsafat.  Ayahnya, salah seorang aktivis di GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan Gereja Bethel.

Di kalangan para aktivis GKI dan Gereja Bethel, ayahnya bertugas sebagai pencari dana di luar negeri bagi pembangunan gereja-gereja di Indonesia. Hidayah Allah SWT menghampiri Steven Indra Wibowo pada tahun 2000.

Dua kalimat syahadat diikrarkan di sebuah pesantren di Serang, Banten. Ia memutuskan masuk Islam setelah sekian lama mempelajari agama Tauhid ini.

Perjalanan hidup selanjutnya tidaklah mudah. Usai memeluk Islam ia diusir dari rumah dan  sempat menjadi gembel, menjadi tukang kuli panggul, kernet truck pasir, pembantu pembawa belanja di pasar, bekerja mencuci piring, Office Boy, dan sales.

Perlahan, kehidupan Koh Steven makin baik. Dia pernah menjadi kepala departemen di salah satu perusahaan riset internasional yang ada di Indonesia. Pernah pula bekerja di sebuah perusahaan riset global yang memiliki cabang di lebih 100 negara dengan kantor 400 lebih dan menjabat sebagai salah satu Kepala Deparmen di situ.

Tak lama Tak lama, dia lalu menjadi aktivis dakwah. Bersama empat temanya, dia mendirikan Mualaf Indonesia, lalu berganti menjadi Mualaf Center Indonesia (MCI), pendiri Dompet Madani, dan Vertizone TV. Dia aktif sebagai pengurus di Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

“Saya mendirikan MCI karena banyak orang sudah mualaf takut bertanya, tidak bisa baca Al-Quran, “ kata pria yang pernah mendapatkan biasiswa S3 di King Abdullah University.

Awalnya MCI bergerak di dunia maya, akhirnya kini semakin rutin bertemu dalam berbagai kegiatan, seperti pengajian sampai kegiatan bersih-bersih sampah di Car Free Day (CFD).  Selain untuk membantu orang yang mau masuk memeluk agama Islam, MCI berupaya mengenalkan Islam kepada mereka yang belum pernah tahu Islam.

Sejak mendirikan MCI, ia mengaku banyak darah dan air mata tumpah, untuk menyelamatkan muala memperhatankan akidahnya.

Kegigihan dalam berdakwah menjadikan Koran Republika menjadi Tokoh Perubahan 2020. Semoga Allah menempatkannya di Surga.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mualaf Center IndonesiaSteven Indra Wibowo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Salam Perpisahan Anies: Jadilah Saksi Bagi Kami Mempertanggungjawabkan di Hadapan Allah SWT
Tulisan selanjutnya Sandal Nabi muhammad Begini Bentuk Sandal Nabi Muhammad SAW

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?