Hidayatullah.com– Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun, yang mencapai wilayah Italia sendirian tanpa orang tuanya dengan perahu migran yang berangkat dari Tunisia pada bulan Oktober, akhirnya dipulangkan pada hari Kamis (24/11/2022).
Repatriasinya bisa dilakukan setelah seorang hakim di Sicily memutuskan anak perempuan itu harus dikembalikan ke keluarganya atas permintaan otoritas Tunisia.
Kementerian Urusan Keluarga Tunisia dalam sebuah pernyataan menjelaskan bahwa delegasi perlindungan anak Tunisia mendampingi perjalanan anak itu pulang, “dan menyerahkannya kepada keluarganya setibanya di bandara Tunis-Carthage.”
Orang tua anak itu berencana berangkat sebagai satu keluarga bersama seorang abangnya – berusia 7 tahun – dengan sebuah perahu dari kota kecil Sayada di pesisir utara Tunisia menuju Kepulauan Lampedusa, Italia. Perjalanan serupa banyak dilakukan orang Tunisia.
Namun, menurut Tunisian Forum for Economic and Social Rights (FTDES), yang tekun melacak migrasi klandestin dari Tunisia, sinayah “menyerahkan putrinya kepada penyelundup manusia di atas perahu” sebelum kembali ke tempat pemberangkatan awal untuk menjemput istrinya dan putranya yang tertinggal jauh di belakang.
“Sementara itu, perahu tersebut sudah berlayar menuju Lampedusa,” kata FTDES seperti dikutip AFP.
Kedua orang tua bocah itu, yang bekerja sebagai pedagang kaki lima di pesisir Tunisia, lalu ditahan aparat karena kejadian itu tetapi kemudian dibebaskan.
FTDES mengatakan sekitar 2.600 anak Tunisia di bawah umur – lebih dari dua pertiganya tanpa pendamping – mencapai wilayah Italia antara bulan Januari dan Agustus 2022, dari total sekitar 13.000 migran asal Tunisia.
Krisis ekonomi yang parah mendorong semakin banyak orang Tunisia untuk mencoba peruntungan ke Eropa, khususnya Pulau Lampedusa yang berjarak sekitar 130 kilometer (80 mil) dari lepas pantai.
Otoritas Tunisia – negara di Afrika Utara yang berpenduduk 12 juta jiwa – kewalahan untuk menghentikan kepergian orang-orang yang ingin memperbaiki nasib mereka di negeri seberang lautan.*