Hidayatullah.com– Lebih dari 11.000 anak di Yaman telah terbunuh atau menjadi cacat sejak 2015, kata Unicef dalam sebuah laporannya.
Pimpinan Unicef di Yaman Catherine Russell mengatakan bahwa sejak gencatan senjata tidak lagi diperbarui di Yaman pada Oktober lalu, ada tambahan 62 anak yang tewas terbunuh atau terluka akibat peperangan hanya dalam kurun satu bulan sampai November.
“Ribuan anak telah kehilangan nyawanya, ratusan ribu lainnya tetap menghadapi risiko kematian akibat penyakit yang seharusnya dapat dicegah atau kelaparan,” kata Russell seperti dikutip AFP Senin (12/12/2022).
Organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu memperkirakan 2,2 juta anak mengalami kekurangan gizi akut, termasuk hampir 540.000 anak di bawah usia lima tahun yang menderita kekurangan gizi akut yang parah.
PBB melaporkan bahwa setidaknya 74 anak termasuk di antara 164 orang yang terbunuh atau terluka akibat ledakan ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak antara bulan Juli dan September 2022 saja.*