Hidayatullah.com– US Space Force hari Rabu (14/12/2022) meluncurkan pusat komando di negeri asing pertama di Korea Selatan.
Fasilitas tersebut merupakan yang pertama dari jenisnya di luar tanah Amerika sejak pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS pada 2019.
Pembukaannya ditandai dengan upacara di Pangkalan Udara Osan, 40 mil (65 kilometer) arah selatan dari Seoul, di mana unit tersebut akan ditempatkan, lansir BBC.
US Space Force – cabang terbaru militer AS kurun lebih dari 70 tahun – dibentuk tiga tahun lalu sebagai upaya untuk melindungi aset-aset Amerika Serikat di luar angkasa, termasuk ratusan satelit yang digunakan untuk komunikasi dan pengawasan.
Saat peresmian, kepala unit luar angkasa baru itu, Letnan Kolonel Joshua McCullion, mengisyaratkan bahwa Korea Utara adalah bagian dari fokus komando yang dipimpinnya, dengan mengatakan bahwa “ancaman eksistensial” ada hanya 48 mil sebelah utara dari pangkalan.
Dia menambahkan bahwa itu adalah “ancaman yang harus kita siapkan untuk dicegah, dilawan, dan – jika perlu – dikalahkan.”
Menurut Andrew Yeo, senior fellow dan Korea Chair di Brookings Institute, wadah pemikir yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat memilih Korea Selatan sebagai lokasi pangkalan US Space Force pertama di luar negeri disebabkan beberapa faktor.
Pertama, kekhawatiran terhadap Korea Utara yang sepanjang tahun 2022 ini saja sudah melakukan banyak uji coba rudal balistik.
Kedua, AS dan Korea Selatan sudah memiliki kerja sama pertahanan yang erat melalui Combined Forces Command, yang selama 44 tahun terakhir berusaha menjaga stabilitas di kawasan Asia Timur Laut.
Yeo mengatakan US Space Force sepertinya akan meningkatkan pemantauan mereka atas aktivitas rudal di kawasan sekitar – dari Korea Utara, China dan Rusia – serta memantau pergerakan satelit di daerah itu.
Saat meluncurkan US Space Force pada tahun 2019, presiden AS kala itu Donald Trump menggambarkan luar angkasa sebagai “domain perang terbaru di dunia”.
“Angkatan Luar Angkasa akan membantu kita mencegah agresi dan mengendalikan tempat tertinggi,” kata Trump.
US Space Force – yang emblemnya mirip yang dipakai dalam film Star Trek dan para personelnya disebut “guardians” – sempat menjadi bahan olok-olok tak lama setelah peluncurannya.
Namun, dalam peluncuran pangkalannya di Korea Selatan hari Rabu, komandan pasukan AS di Korsel Jenderal Paul LaCamera mengatakan Space Force penting untuk menambah kapabilitas militer yang ada saat ini di darat, laut dan udara.
Yeo mengatakan bahwa meskipun ada skeptisisme dari sebagian kalangan, Space Force sejak dibentuk pada era Trump terus berkembang dan pembukaan pangkalan di Korea Selatan menunjukkan bahwa misi mereka bergerak maju ke depan.
Sejumlah negara lain juga sudah membentuk cabang militer untuk mempertahankan kedaulatan antariksa mereka seperti Inggris, Prancis dan Australia. Korea Selatan sendiri juga membentuk cabang militer yang sama bulan ini.*