Hidayatullah.com—Pasukan Iraq telah mengepung Fallujah dan menuntaskan serangan tahap pertama guna merebut kembali kota itu dari kelompok ISIS, kata pejabat militer Baghdad.
Hari Jumat (27/5/2016) ratusan orang meninggalkan kota berjarak sekitar 60km arah barat Baghdad itu, di tengah-tengah memburuknya kondisi kemanusiaan akibat pertempuran antara ISIS dengan pasukan Iraq dan pendukungnya.
Hari Sabtu (28/5/2016) seorang pejabat dari Kementerian Pertahanan mengatakan kepada Aljazeera bahwa pasukan Iraq telah mengepung Fallujah yang dikuasai ISIS sejak Januari 2014.
“Tahap pertama selesai dan kami berhasil mencapai tujuan-tujuan kami,” kata Brigadir Rasul Yahya kepada Aljazeera. “Pasukan kami telah mengisolasi dan mengepung kota Falujjah.”
Pasukan pemerintah berhasil mengevakuasi banyak warga ke pinggiran kota, tetapi sekitar 50.000 orang masih terperangkap di sana.
“Kami bergerak mendekat dan mengepung …. Kami siap dan dan kehadiran warga sipil di dalam kota dapat menghambat kami,” kata Yahya. “Pihak musuh meninggalkan daerah pinggiran dan menempatkan dirinya di dalam Fallujah.”
Puluhan tibu pasukan Iraq, terdiri dari militer, polisi dan banyak milisi (Syiah) dengan dukungan serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat, sejak pekan lalu melancarkan serangan untuk merebut kembali Fallujah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan hampir 800 orang berhasil menyelamatkan diri dari daerah itu. Namun, kebanyakan mereka berasal dari daerah pinggiran di mana kendali ISIS lemah.
“Situasi di dalam Fallujah semakin kritis dari hari ke hari,” kata Nasr Muflahi, direktur wilayah Iraq Norwegian Refugee Council.
Pejabat-pejabat militer Iraq menegaskan bahwa jalur aman yang dibuat memungkinkan bagi warga untuk menyelamatkan diri. Namun, penduduk setempat mengatakan bahwa pos-pos pemeriksaan yang didirikan ISIS di sepanjang jalur itu membuat upaya menyelamatkan diri nyaris mustahil.*