Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Teknologi 5G Dikira Penyebar Covid-19, Teknisi Antena Ditahan Warga Desa Peru

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juni 2020 16:51 4:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juni 2020 16:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga desa Huancavelica di Peru menahan delapan orang teknisi yang bertugas memperbaiki antena, karena khawatir apa yang mereka kerjakan menyebarkan penyakit Covid-19. Mereka dibebaskan beberapa hari kemudian.

Warga desa mengira para pekerja itu –yang datang untuk memperbaiki sebuah antena wireless—akan memasang teknologi 5G di desa mereka.

Sebagaimana diketahui, sejak coronavirus mewabah banyak bertebaran kabar palsu di internet dan media sosial yang menyebutkan bahwa bibit penyakit itu disebarkan melalui teknologi komunikasi 5G. Padahal, para ilmuwan sudah berulang kali menegaskan hubungan kedua hal itu secara biologis tidak mungkin.

Juru bicara dari Gilat, perusahaan yang mempekerjakan para teknisi itu, mengatakan bahwa pihaknya tidak mendengar kabar dari mereka sejak hari Rabu malam (10/6/2020).

“Warga desa tidak memperbolehkan mereka masuk … mereka mengira bahwa 5G menularkan Covid-19,” kata Arieh Rohrstoc kepada stasiun televisil Channel N seperti dilansir BBC Jumat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mereka salah paham, mengira bahwa Covid ditularkan melalui gelombang radio. Teknologi kami nirkabel dan virus tidak dapat ditularkan lewat gelombang elektromagnetik,” ujarnya.

Menurut laporan media setempat, warga desa –yang berasal dari distrik Paucara dan Yauli—mengatakan akan membebaskan para pekerja itu apabila mereka menyingkirkan antena-antena tersebut.

Meskipun Peru sudah melaporkan 6.000 lebih kematian dan hampir 215.000 kasus infeksi coronavirus, tetapi penularan penyakit Covid-19 di daerah Huancavelica tergolong sedikit. Pastinya warga takut penyakit mematikan itu akan merambah daerah mereka.

Aparat dari Kepolisian Huancavelica hari Ahad (14/6/2020) kepada kantor berita AFP mengatakan bahwa kedelapan teknisi yang ditahan sejak hari Rabu itu akhirnya dilepas oleh warga yang menyanderanya.

“Semua sudah dilepaskan,” kata Leni Palacios dari kantor Kepolisian Huancavelica, seraya menambahkan bahwa kondisi mereka semua baik-baik saja.

Palacios mengatakan para pekerja dilepaskan setelah dilakukan pertemuan antara warga setempat dengan sebuah komisi yang terdiri dari pejabat Kementerian Transportasi, pemerintah daerah dan Gilat Peru.

Jubir Kementerian Transportasi Jose Aguilar mengatakan kepada RPP Radio bahwa Peru tidak memiliki antena 5G, dan dia menegaskan bahwa antena jaringan komunikasi itu tidak berkaitan dengan Covid-19.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:5Gantenacoronaviruscovid-19Peru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Profesi Para Nabi
Tulisan selanjutnya Cryptocurrency mui KH Cholil Nafis: RUU HIP Berpotensi Jadikan Indonesia Negara Sekuler

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?