Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tolak Neo-Kolonialisme, Gambia Keluar dari Persemakmuran Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2013 17:59 5:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Oktober 2013 17:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gambia memutuskan untuk keluar dari Commonwealth (Persemakmuran), kumpulan 54 negara yang pernah menjadi koloni atau jajahan Inggris, dengan mengatakan tidak ingin menjadi anggota dari sebuah institusi “neo-kolonialisme”.

Pengumuman mengejutkan itu diutarakan negara Arfika Barat tersebut lewat stasiun televisi milik pemerintah. Tidak jelas alasan pengunduran diri Gambia dari Commonwealth, yang dipimpin oleh Ratu Inggris tersebut.

“Pemerintah telah menarik keanggotaannya dari Persemakmuran Inggris dan memutuskan bahwa Gambia tidak akan pernah menjadi anggota dari institusi neo-kolonial apapun dan tidak akan pernah menjadi bagian dari institusi yang menjadi kepanjangan kolonialisme,” bunyi pernyataan Gambia dikutip Guardian Kamis (3/10/2013).

Menanggapi hal itu seorang jurubicara kantor Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan, “Keputusan keanggotaan dalam Persemakmuran merupakan masalah dari setiap pemerintah anggotanya. Kami akan sangat menyesalkan Gambia atau negara lain yang memutuskan keluar dari Persemakmuran.”

Gambia bergabung dalam Persemakmuran pada tahun 1965, ketika mendapatkan kemerdekaan dari Inggris. Meskipun masih menjadi negara tujuan wisata bagi warga Inggris dan negara lain, Gambia sudah sejak lama terbelit masalah politik dengan Inggris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Inggris mengecam pemerintahan Presiden Yahya Jammeh, seorang Muslim dan berkuasa sejak 1994, yang dinilai tidak menghormati hak-hak asasi manusia selama berkuasa di Gambia. 

Presiden Jammeh merupakan seorang penentang homoseksualisme yang sangat vokal. Sementara Inggris menekan negara-negara Afrika agar menerima homoseksualisme dengan mengancam akan menghentikan bantuan finansial kepada pemerintah-pemerintah di benua hitam tersebut.

Inggris juga mengecam eksekusi mati atas 9 orang tahanan –salah satunya wanita– tanpa pemberitahuan oleh aparat Gambia.

Negara Gambia menerima bantuan finansial sebesar 8 juta pound dari Inggris setiap tahun melalui donasi untuk berbagai lembaga.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua MK Ditangkap KPK, Mahfud MD Risaukan Negara
Tulisan selanjutnya Ikhtilaf Itu Melapangkan!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?