Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mesir Selidiki Video Kelompok Bersenjata Pengusung Simbol Rabaa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2014 08:19 8:19 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Agustus 2014 08:18
Bagikan
Brigade Helwan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kementerian Dalam Negeri Mesir akan menyelidiki rekaman video yang beredar di media sosial tentang sekelompok pria bersenjata yang mengancam akan menarget fasilitas-fasilitas milik kepolisian di Kairo, lansir kantor berita MENA.

Dalam video itu tampak 12 orang pria berpakaian serba hitam, mengenakan topeng, mengusung senapan dan beberapa di antaranya mengacungkan simbol empat jari yang biasa ditampakkan para pendukung Al-Ikhwan Al-Muslimun dan mantan presiden Muhammad Mursy menyusul pembubaran kamp demonstran di Rabaa Al-Adawiyya Agustus 2013.

Video itu kabarnya dirilis pada hari Kamis (14/8/2014) dalam rangka memperingati satu tahun peristiwa pembubaran kamp demonstran pro-Mursy di Rabaa yang menimbulkan banyak korban tewas dan luka.

Berbicara dari sebuah jalan yang relatif sepi dan kumuh, pembicara utama dalam video itu mengaku bahwa mereka bukan anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun. Dia dan teman-temannya merasa bosan melihat kelompok-kelompok Islam “yang tenang-tenang saja” dan mengatakan bahwa seharusnya tidak ada perdamaian dengan polisi.

Pria bersenjata itu menuding polisi membunuh dan menyiksa anggota kelompok Islam dan memperkosa para wanita. Dia juga menuding tentara, yang disebutnya “tentara Camp David” merujuk pada perjanjian Mesir-Israel, berpihak kepada Kementerian Dalam Negeri “yang membunuhi kami.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya pada hari Kamis pagi, seorang sersan polisi ditembak mati oleh orang tak dikenal di daerah Helwan, Kairo Selatan.

Pada peringatan 1 tahun pembubaran kamp demonstran Rabaa kemarin 5 orang warga sipil tewas akibat bentrokan antara polisi dengan demonstran loyalis Mursy.

Sejak peristiwa Rabaa tahun lalu, Mesir menghadapi berbagai serangan, termasuk serangan bom. Kebanyakan serangan ditujukan kepada anggota polisi dan tentara, serta fasilitas aparat keamanan. Tidak kurang dari 500 orang tewas akibat serangan dari kelompok-kelompok bersenjata itu.

Asisten mendagri untuk urusan media Abdul Fattah Othman kepada MENA mengatakan bahwa Menteri Muhammad Ibrahim telah meminta agar dibentuk sebuah tim guna menyelidiki kelompok bersenjata dan orang-orang yang tampak dalam rekaman video itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua PB NU: Kalau al-Qur’an yang Dibakar Baru Kita Ngamuk!
Tulisan selanjutnya Boko Haram Menculik Puluhan Pria dan Anak Laki-Laki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?