Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setiap 40 Detik ada Satu Orang Bunuh Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 September 2014 16:01 4:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 September 2014 16:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, satu orang melakukan bunuh diri setiap 40 detik. Jumlah ini lebih banyak dari total jumlah korban perang dan bencana alam selama setahun.

Dalam laporan pertama mereka mengenai bunuh diri, badan kesehatan PBB, WHO, menyalahkan peliputan media yang intens dalam kasus bunuh diri para selebritas sebagai pemicu masalah.

“Bunuh diri dalah sebuah kasus kesehatan masyarakat yang luar biasa. Ada satu kasus bunuh diri setiap 40 detik – itu adalah jumlah yang besar,“ kata Shekhar Saxena, direktur kesehatan mental WHO dikutip DW.DE.

“Bunuh diri membunuh lebih banyak orang daripada konflik, perang dan bencana alam,“ kata dia Jenewa. “Ada 1,5 juta kematian akibat kekerasan setiap tahun di dunia, yang 800.000 diantaranya adalah bunuh diri.“

Beberapa kawasan yang tingkat bunuh dirinya tinggi ditemuka di Eropa bagian tengah dan timur serta Asia, dengan 25 persen kasus terjadi di negara-negara kaya, kata laporan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun 2009 jumlah warga asing yang datang ke Swiss untuk mengakhirinya nyawanya dengan bantuan orang lain baru 86 orang. Tahun 2012 melonjak menjadi 172. Di Swiss, eutanasia legal sejak tahun 1940-an.

Laki-laki hampir dua kali lipat lebih banyak dibanding perempuan yang mencabut nyawa mereka sendiri. Metode umum yang bisa dipakai adalah gantung diri, menembak diri sendiri, dan khususnya di wilayah terpencil mereka menggunakan racun serangga.

“Secara global, tingkat bunuh diri tertinggi dunia terjadi pada orang-orang berusia 70 tahun keatas. Namun pada beberapa negara, tingkat tertinggi ditemukan pada mereka yang masih muda,“ kata WHO. “Secara khusus di seluruh dunia, bunuh diri adalah penyebab kedua tertinggi kematian diantara orang berumur 15-29 tahun.“

Bunuh diri dan percobaan bunuh diri dianggap sebagai kejahatan di 25 negara, sebagian besar di Afrika, Amerika Selatan dan Asia, termasuk Indonesia.

Negara paling banyak mengalami kasus bunuh diri adalah Guyana (44.2 per 100.000), disusul Korea Utara dan Selatan (38.5 and 28.9 respectively).*

 

 

 

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PBBWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pernah ingin jadi Iblis berwujud Manusia, kini Memeluk Islam
Tulisan selanjutnya Konflik Antara Pro An Nushrah dan Pro “ISIS” di Tahanan Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?