Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Resmikan Monumen Tentara Yahudi Martir Perang dengan Iraq 1980-88

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Desember 2014 19:25 7:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Desember 2014 15:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas di Teheran meresmikan sebuah monumen bagi para tentara Yahudi Iran yang tewas, yang terbunuh selama peperangan pahit dan panjang dengan Iraq dari tahun 1980 hingga 1988. Laporan mengenai jumlah kematian akibat konflik mengerikan itu berbeda-beda, tetapi perhitungan jumlah korban biasanya mencapai lebih dari 1 juta di kedua negara.

Demikian tulis reporter Washington Post Ishaan Tharoor dalam blognya yang dimuat Kamis (18/12/2014), di awal tulisan mengenai negeri Syiah Iran yang para petingginya di muka dunia internasional berkoar-koar memerangi Yahudi dan Zionis, tetapi di dalam negerinya sendiri penguasa Syiah begitu mesra dengan komunitas Yahudi. Berikut kutipannya dengan penyesuaian dan tambahan dari redaksi.

Sebuah upacara umum menandai pembukaan monumen peringatan itu pada hari Senin (15/12/2014), dengan pidato-pidato yang disampaikan dari atas mimbar berhiaskan bendera Iran dan sebuah menorah (tempat lilin berisi 7, salah satu lambang suci umat Yahudi). Spanduk-spanduk menunjukkan gambar dari para prajurit yang gugur, yang dielu-elukan sebagai “martir” dalam tulisan berbahasa Farsi (bahasa Persia) dan Hebrew (Ibrani)

Para pejabat Iran meresmikan sebuah monumen peringatan bagi orang-orang Yahudi yang bertempur dan gugur dalam perang Iran-Iraq tahun 1980-88, tulis Tharoor menyelipkan link foto peresmian itu  pic.twitter.com/st0yLmvkXM yang dikutipnya dari akun Twitter @Iran Talks bertanggal 16 Desember 2014.

Peringatan itu mungkin mengejutkan mereka yang mengetahui kebiasaan dari Republik Islam (tepatnya Republik Syiah Iran, red), berupa retorika kemarahan yang ditujukan langsung ke arah Israel, “sebuah rezim Zionis” yang para mullah di Teheran menolak untuk mengakuinya. Namun (faktanya) setelah Israel, Iran memiliki jumlah komunitas terbesar Yahudi di Timur Tengah –dengan polulasi saat ini diperkirakaan antara 20.000 dan 30.000. (Lebih banyak lagi dari jumlah itu tinggal di negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Israel. Mantan presiden Israel Moshe Katsav [Arab: Musa Kasab] sendiri dulu dilahirkan di Iran.)

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Iran_Yahudi3a
Tahun lalu, Presiden Rouhani ditemani oleh satu-satunya orang Yahudi Iran yang menjadi anggota parlemen melakukan lawatan ke Amerika Serikat

Pemerintah Iran memperhatikan kelangsungan populasi Yahudi di Iran, yang dipandang sebagai bagian dari keragaman budaya dan dianggapnya sebagai bagian dari kekayaan sejarah Iran. Kitab Ester dalam Perjanjian Lama berbasis dari Persia kuno dan merupakan dasar perayaan keagamaan “Purim” penganut Yahudi. (Bibel terdiri dari Perjanjian Lama (Old Testament) dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama yang juga disebut Alkitab Ibrani isinya sebenarnya adalah ajaran agama Yahudi, red).

Dalam acara peresmian hari Senin itu, wakil jurubicara parlemen Iran Mohammad Hassan Aboutorabi-Fard berkata, “Sikap terang-terangan masyarakat Yahudi dalam mendukung lembaga (negara) Republik Islam (tepatnya Syiah, red)  dan kepatuhan mereka terhadap para Pemimpin Tertinggi Revolusi (para mullah pemuka Syiah, red) menunjukkan ikatan yang berasal dari ajaran agama-agama samawi.” Dia kemudian melanjutkannya dengan kecaman terhadap perilaku “kejam dan tidak berperikemanusiaan” yang ditunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Mengutip laporan rekan kerjanya Jason Rezaian tahun lalu, Tharoor mengatakan  sebenarnya komunitas Yahudi di Iran diuntungkan dengan pemerintahan baru yang dipimpin Presiden Hassan Rouhani, yang tampil sebagai figur yang lebih mendamaikan dibanding pendahulunya, seorang penyangkal holocaust Mahmoud Ahmadinejad. (Rezaian sekarang sudah dikurung dalam penjara Iran selama 5 bulan, ditahan tanpa tuduhan yang jelas)

Tahun lalu, Presiden Rouhani ditemani oleh satu-satunya orang Yahudi Iran yang menjadi anggota parlemen melakukan lawatan ke Amerika Serikat. Lewat akun @HassanRouhani di Twitter presiden Iran itu juga mengucapkan selamat hari raya Rosh Hashanah kepada seluruh orang Yahudi, terutama Yahudi Iran.

“Kami bukan penyewa di negeri ini. Kami adalah orang Iran, dan kami telah berada di sini selama 30 abad,” kata Ciamak Morsadegh, satu-satunya Yahudi yang menjadi anggota parlemen di Iran kepada Rezaian tahun lalu.

“Ada perbedaan antara kami sebagai orang Yahudi dan Israel,” kata seorang penjaga toko di kota bersejarah Isfahan. “Kami menganggap diri kami sendiri sebagai Yahudi Iran, dan itu tidak ada urusannya dengan Israel atau apapun. Ini adalah negara yang kami cintai,” ujarnya.

Namun pernyataan penjaga toko itu tentang tidak ada hubungannya Yahudi dan Israel tidak sesuai kenyataan, sebab ketika terjadi Revolusi 1979, yang disebut Iran sebagai Revolusi Islam padahal yang tepat adalah Revolusi Syiah yang dipimpin para mullah, kebanyakan Yahudi Iran pindah ke Israel atau negara lain yang paling mencintai Yahudi, yaitu Amerika Serikat. Sebagaimana disebutkan dalam laporan Jason Rezaian di Washington Post (2/10/2013), di tahun 1970an sebelum revolusi terdapat lebih dari 100.000 orang Yahudi dan terjadi eksodus masal ketika revolusi dan pendirian negara Republik Islam (Syiah) Iran. Orang-orang Yahudi di Amerika, dikenal militansinya dalam membela eksistensi negara Yahudi Israel dan memiliki posisi lobi yang sangat kuat terhadap Gedung Putih, Kongres dan Senat AS, bahkan ikut mengatur peta politik dan kebijakan Washington.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:syiahyahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memata-matai Mesir, 2 Agen Mossad dan 1 Pegawai Terusan Suez Divonis Penjara
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Peduli , Aksi tim gabungan di Banjarnegara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?