Hidayatullah.com–Partai Al-Islah mengatakan 15 anggota junior dan aktivisnya diculik di berbagai wilayah di ibu kota Yaman, Sana’a.
Ia menambahkan di situsnya bahwa Syiah Hautsi telah menyerbu kantor di Sana’a dan mencuri semua isinya.
Sebelumnya Sabtu, anggota partai ini mengatakan milisi Syiah al Hautsi telah menculik tiga pemimpin partainya.
Yang diculik termasuk kepala kantor media dan mantan anggota parlemen, demikian sumber yang dikutip worldbulletin.
Dia menambahkan, orang-orang bersenjata dari milisi Syiah Hautsi menculik tiga pemimpinnya dan membawa pada sebuah lokasi yang tidak diketahui.
Pemimpin senior Syiah al Hautsi Saleh al-Sammad mengatakan pemberontak bersedia mengadakan pembicaraan damai kalau Arab Saudi menghentikan pembomannya.
“Kami tidak mempunyai persyaratan kecuali penghentian agresi dan setiap pihak internasional atau regional yang tidak mempunyai sikap agresi terhadap rakyat Yaman dapat mengawasi dialog itu,” demikian ujar Sammad pada Reuters hari Ahad (05/04/2015).
Seperti diketahui, lelompok hak asasi lokal Yaman melaporkan hari Senin (06/04/2015) pemberontak Syiah Al-Hautsi (Syiah Al Houthi) di Yaman mengadakan kampanye penculikan besar-besaran selama dua hari terakhir di lima provinsi Yaman pasca diserang koalisi gabungan Negara Arab. [Baca: Pemberontak Al Hautsi Culik 318 Warga, Termasuk Tokoh Ikhwanul Muslimin]
Pemberontak Al Hautsi menggerebek rumah-rumah dan perkantoran di ibukota Sana’a, menangkap para anggota Partai Al Islah, yang mempunyai hubungan dengan Al Ikhwan al Muslimun (IM) Mesir.
Sebuah LSM hak asasi manusia di Sana’ah melaporkan, pemberontak Syiah Al Hautsi menculik 318 lawan politik dan menggerebek 26 rumah warga sipil dan menyerbu 33 kantor LSM, demikian dikutip Reuters.*