Hidayatullah.com– Kelompok hak asasi lokal Yaman melaporkan hari Senin (06/04/2015) pemberontak Syiah Al-Hautsi (Syiah Al Houthi) di Yaman mengadakan kampanye penculikan besar-besaran selama dua hari terakhir di lima provinsi Yaman pasca diserang koalisi gabungan Negara Arab.
Pemberontak Al Hautsi menggerebek rumah-rumah dan perkantoran di ibukota Sana’a, menangkap para anggota Partai Al Islah, yang mempunyai hubungan dengan Al Ikhwan al Muslimun (IM) Mesir. [Baca: Pasca Penculikan Anggota Senior IM, Pemberontak Al Hautsi Ajak Dialog]
Sebuah LSM hak asasi manusia di Sana’ah melaporkan, pemberontak Syiah Al Hautsi menculik 318 lawan politik dan menggerebek 26 rumah warga sipil dan menyerbu 33 kantor LSM, demikian dikutip Reuters.
Pasukan Syiah Hautsi juga dikabarkan 16 kantor Partai Al-Islah yang Sunni dan tujuh asrama mahasiswa.
Menurut Pusat Hak Asasi Yaman, dugaan pelanggaran ini sebagai bentuk tindakan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah Yaman.
Sejak 26 Maret, kelompok pemberontak Syiah Hautsi Yaman diserang oleh pesawat tempur dari negara-negara yang berpartisipasi dalam kampanye Koalisi Teluk bertajuk “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur).
Riyadh mengatakan kampanye ini adalah sebagai menanggapi permintaan oleh Presiden Yaman Abdrabbuh Mansyur Hadi yang dikudeta Syiah Hautsi dan mantan presiden Ali Abdullah Saleh.*