Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bos FIFA Sepp Blatter Diperiksa, Borok Michel Platini akan Terbongkar?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Desember 2015 22:44 10:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2015 06:54
Bagikan
Sepp Blatter (kiri) dan Michael Platini (kanan) pada tahun 1997.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kejaksaan Swiss mengatakan sedang menyelidiki Sepp Blatter pimpinan FIFA, dalam dugaan salah kelola berunsur kriminal di tubuh badan eksekutif sepakbola sedunia itu.

Pihak kejaksaan mengatakan Blatter diduga menandatangani sebuah kontrak yang “tidak menguntungkan FIFA” dan melakukan “disloyal payment” (pembayaran yang merugikan FIFA) kepada ketua organisasi sepakbola Eropa (UEFA) Michel Platini.

Blatter diperiksa dan kantornya digeledah, lapor BBC (25/9/2015).

Blatter, 79, yang mengetuai FIFA sejak 1998, selalu mengatakan tidak melakukan kesalahan apapun.

Kejaksaan Swiss dalam pernyataannya mengatakan Blatter diduga menandatangani kontrak dengan mantan ketua organisasi sepakbola wilayah Amerika dan Karibia (Concacaf), Jack Warner, pada tahun 2005 yang merugikan FIFA berupa hak penyiaran pertandingan-pertandingan sepakbola yang diberikan kepada perusahaan milik Warner.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain itu, Blatter juga memberikan pembayaran “yang merugikan FIFA” sebesar 2 juta franc Swiss kepada Ketua UEFA Michel Platini.

Borok Platini?

FIFA beberapa bulan belakangan diliputi penyelidikan kasus kriminal, setelah pihak berwenang di Amerika Serikat memulai penyelidikan atas dugaan suap penentuan tuan rumah penyelenggara Piala Dunia.

Aroma busuk korupsi di tubuh FIFA sejak lama sudah tercium, namun belum ada pihak yang mengusutnya secara serius.

Menjelang kongres FIFA pada Mei lalu, tiba-tiba sejumlah mantan, pejabat dan pengurus FIFA ditangkap di Swiss. Penyelidikan kasus korupsi di tubuh organisasi yang bermandikan uang itu pun terus bergulir.

Pada 29 Mei dalam kongres Sepp Blatter kembali terpilih sebagai ketua FIFA, meskipun tuduhan korupsi atas dirinya semakin menguat.

Salah satu tokoh yang paling sengit dan gencar mengecam dan memprotes kepemimpinan Blatter yang beraroma korupsi adalah pimpinan UEFA dan mantan bintang sepakbola Prancis, Michel Platini.

Nama Platini tahun belakangan terus melambung dan diunggul-unggulkan sebagai calon kuat pengganti Blatter, karena dia dianggap berani bersuara lantang perihal korupsi di tubuh FIFA.

Setelah Blatter mengumumkan ingin segera meletakkan jabatannya di FIFA, tidak lama setelah terpilih kembali dalam kongres bulan Mei silam, nama Platini termasuk yang digadang-gadangkan sebagai pengganti Blatter, yang rencananya akan dipilih dalam kongres luar biasa pada Februari mendatang.

Namun, pencalonan Platini dikritik oleh rivalnya asal Korea Selatan.

Chung Mong-Joon, seorang mantan wakil presiden FIFA, akhir Juli lalu mengumumkan akan ikut mencalonkan diri dalam pemilihan ketua FIFA.

Ketika itu, Chung mengecam keras pencalonan Platini dengan menyebut bekas pesepakbola Prancis itu sebagai produk dari sistem FIFA yang sekarang.

“Platini baik untuk sepakbola, tetapi apakah dia bisa menjadi seorang presiden FIFA yang baik, menurut saya tidak. Dia adalah produk dari sistem FIFA saat ini,” kata Chung seperti dikutip Skysports (30/7/2015).

“Disloyal payment” yang diberikan Blatter kepada Platini itu diduga sebagai bayaran atas pekerjaan yang dilakukannya antara Januari1999 dan Juni 2002. Yang menimbulkan kecurigaan kemudian adalah mengapa pembayaran itu baru dieksekusi pada Februari 2011, sekitar sembilan tahun setelah “pekerjaan” itu dilakukan.

Menurut Kejaksaan Swiss, ketika Blatter diinterogasi, pada saat yang sama Platini didengar keterangannya sebagai orang yang dimintai informasi, lapor The Independent Jumat (25/9/2015).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Kanan-Jauh Finlandia Serang Pengungsi
Tulisan selanjutnya Berbagi Qurban hingga Desa Terpencil di Mataram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?