Hidayatullah.com–Presiden Iran Hassan Rouhani hari Sabtu (26/09/2015) menggunakan kesempatan berpidato di Sidang Umum PBB pada) untuk mendesak Arab Saudi agar segera melakukan penyelidikan terkait tragedi di Mina yang menyebabkan lebih dari 700 jamaah haji tewas pada Kamis (24/09/2015).
Dikutip Reuters, pidato Rouhani di mimbar PBB menunjukkan bahwa Iran akan terus menekan Saudi atas insiden yang menewaskan 131 jamaah hajinya.
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dari 193 negara, Rouhani menekankan perlunya penyelidikan atas “penyebab kejadian ini dan insiden serupa yang mengiris hati saat (pelaksaan) haji tahun ini.”
Dalam pidatonya dihadapan 193 perwakilan negara di Sidang Umum PBB tersebut, Rouhani menekankan perlunya diadakan penyelidikan atas insiden Mina serta insiden yang terjadi sebelumnya pada saat musim haji.
Rouhani menggambarkan tewasnya 700 lebih jamaah haji akibat berdesak-desakan dan terinjak-injak itu sebagai sebuah kejadian “yang mengiris hati.”
Sementara Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menuduh desakan Iran tersebut bermuatan unsur politik.
“Ini bukan tempatnya untuk bermain politik,” kata al-Jubeir saat bertemu Menteri Luar Negeri AS John Kerry.
“Saya berharap agar para pemimpin Iran bisa lebih sensitif dan bijak sehubungan dengan tragedi tersebut dan menunggu hasil penyelidikan,” katanya.
Iran berulangkali menyampaikan kemarahan atas tewasnya 131 jamaah warga mereka mereka saat menjalankan ibadah haji tersebut.
Sementara itu, Raja Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Saud telah memerintahkan agar manajemen penyelenggaraan haji ditinjau kembali, sementara Menteri Kesehatan Khalid al-Falih berjanji untuk melakukan investigasi atas insiden tersebut.
Iran dan beberapa negara mengkritik keras pihak berwenang Arab dalam masalah penanganan haji. Namun, beberapa analis melihat kemarahan Iran dilatarbelakangi oleh motivasi politik.
Sebelumnya, Jaksa Agung Iran Sayed Ibrahim Raisi sempat mengatakan Iran akan mengupayakan persidangan di pengadilan internasional untuk menjerat keluarga Kerajaan Arab Saudi karena telah melakukan kejahatan.*