Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jajak Pendapat: Rakyat Turki Tak Percaya Sistem Peradilan, Yakin AKP dan Erdogan Ikut Campur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Februari 2016 10:44 10:44 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Februari 2016 09:53
Bagikan
Anayasa Makemesi, Mahkamah Konstitusi Turki.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Kehakiman Turki hari Senin (15/2/2016) mengatakan bahwa rakyat tidak mempercayai pengadilan yang ada di negeri itu.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Kehakiman Bekir Bozdag ketika menanggapi kritik dari anggota legislatif dari Komisi Perencanaan dan Anggaran asal partai oposisi. “Saya ingin mengatakan bahwa Turki mendapatkan poin negatif dalam hal kepercayaan maupun kepuasan terhadap peradilan. Tujuan kami semata-mata mengubah poin negatif ini menjadi poin positif.”

Rapat dengar pendapat itu memanas ketika anggota komisi mengkritik kementerian dengan mengutip hasil survei tentang kepercayaan rakyat terhadap lembaga peradilan di Turki yang hanya 30 persen. Menurut Bozdag, kepercayaan berbeda dengan kepuasan, namun dia mengakui bahwa kondisi keduanya di Turki buruk.

Dilansir Today’s Zaman, jajak pendapat oleh Gezici pada April 2015 menunjukkan bahwa 71,4 persen rakyat Turki tidak percaya bahwa mereka akan mendapatkan keadilan dalam sistem peradilan di negara itu jika suatu hari mereka berpekara di pengadilan. Survei itu melibatkan 4.860 orang dari 36 provinsi di seluruh penjuru Turki, guna mengukur persepsi masyarakat dalam berbagai agenda negara.

Ketika ditanya apkah mereka meyakini partai pemerintah saat ini, AKP, dan Presiden Turki yang juga berasal dari AKP, Recep Tayyip Erdogan, ikut campur dalam masalah hukum, sebanyak 71,7 persen responden mengatakan AKP dan Erdogan mempengaruhi sistem peradilan yang ada.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca juga: Puluhan Polisi Senior Turki Ditangkap karena Spionase dan Penyadapan Ilegal

Hakim Panggil Putra Erdogan karena Tidak Menghadiri Persidangan

Sejak dilakukan penyelidikan kasus korupsi besar, yang melibatkan orang-orang di lingkungan dalam Erdogan, pada 17 Desember 2013, ratusan hakim dan jaksa serta banyak anggota kepolisian ditekan mundur dari jabatannya atau pensiun dini. Tidak hanya itu, pengadilan banyak membebaskan tersangka kasus korupsi. Pada saat yang sama, ratusan kasus penghinaan terhadap Presiden Erdogan –dengan tersangka mulai dari kalangan biasa (termasuk anak-anak dan remaja) hingga kalangan pejabat dan akademisi– mengantri di pengadilan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Sekjen PBB Boutros Ghali Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Revisi UU Terorisme Diminta Tak Hanya Fokus Penanganan Tapi…

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Berita
21 Juli 2026 19:08
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?