Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih Dari 370.000 Anak Yaman Terancam Kelaparan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Agustus 2016 20:37 8:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Agustus 2016 20:37
Bagikan
kelaparan yaman
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 370.000 anak beresiko mengalami kelaparan di Yaman, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, setelah 15 bulan negara itu mengalami perang.

Menurut laporan terbaru PBB, lebih dari 14 juta orang, sekitar setengah populasi, mengalami kelaparan dan sangat membutuhkan bantuan pangan serta kesehatan.

Sekitar 500.000 anak di bawah usia lima tahun mengalami malnutrisi, dengan dua pertiga dari mereka sangat parah hingga bisa mengalami kematian jika tidak segera ditangani, kata PBB.

“Sedikitnya 370.000 anak mengalami malnutrisi akut parah,” kata Mohammed Al-Asaadi, juru bicara PBB untuk urusan anak-anak di Yaman kepada Aljazeera Rabu (3/8/2016).

“Kita bicara soal kenaikan 50 persenn dibanding angka sebelumnya awal tahun ini.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Malnutrisi akut parah adalah penyebab kematian terbanyak anak-anak di bawah usia 5 tahun, dan sangat kentara jika seorang anak memiliki berat badan sangat rendah dibanding tinggi badannya dan kelihatan kurus kering.

Yaman tercabik-cabik perang sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Syiah Hautsi (Houthi), yang bersekutu dengan tentara loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh, menguasai sebagian wilayah negeri itu, termasuk ibukota Sanaa.

Pasukan koalisi negara Arab pimpinan Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak pada Maret 2015. Sejak itu lebih dari 9.000 orang tewas dan 2,8 juta orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka.

Kondisi semakin parah, terutama bagi kaum miskin papa, dengan kenaikan inflasi harga pangan dan bahan bakar.

“Orang-orang tidak bisa membeli makanan. Hasil panen yang bagus sebenarnya dapat membantu keadaan, tetapi jutaan orang tidak bisa bekerja dan banyak orang kehilangan tempat tinggal. Sampai inflasi diatasi situasinya akan terus memburuk,” kata Asaadi.

Warga bernama Taqwa Muhammad, penduduk Hudeidah, kota di barat Yaman yang dikuasai pemberontak Hautsi, mengatakan kepada Aljazeera bahwa kenaikan harga pangan berdampak buruk pada anak-anaknya.

“Saya tidak mampu membeli susu atau obat-obatan untuk anak-anak. Jika salah satu dari mereka sakit, saya tidak bisa membawanya ke dokter, saya meminjam obat demam dan batuk dari tetangga,” kata wanita itu.

Organisasi-organisasi kemanusiaan, seperti Médecins Sans Frontières (MSF) alias Doctors Without Borders, mengaku kesulitan untuk mengirimkan bantuan ke banyak daerah, karena adanya pertempuran dan serangan udara.

Menurut mereka, pemberontak Hautsi membuat keadaan bertambah parah dengan melarang bantuan medis masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasainya.

Hari Ahad (31/7/2016), pemberontak Syiah Hautsi menolak kesepakatan damai yang dijembatani PBB di Kuwait, yang isinya antara lain mengharuskan mereka menarik diri dari Sanaa, serta kota Taiz dan Hudeida, dan menyerahkan kekuasaannya ke pemerintahan Yaman yang sah yang sekarang berada di pengasingan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya YLKI: Tarik Makanan Ringan Tidak Senonoh
Tulisan selanjutnya Daesh Umumkan Pemimpin Baru Boko Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?