Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

India Tutup 22 Media Sosial di Kashmir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 April 2017 16:03 4:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 April 2017 16:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—India dilaporkan memerintahkan penyedia layanan internet di wilayah Kashmir untuk menutup akses berbagai media sosial (medsos), setelah meningkatnya bentrokan yang terjadi di Kashmir.

Pemerintah India mengatakan, larangan diberlakukan karena layanan tersebut telah disalahgunakan oleh “elemen anti pemerintah” untuk menghasut kekerasan, demikian alasannya.

Sanksi ini diberlakukan terhadap 22 media sosial termasuk Facebook, Twitter dan WhatsApp selama sebulan, tulis BBC.

Video grafis yang menunjukkan penyalahgunaan di kedua belah pihak telah dibagikan secara ekstensif. Layanan media sosial lainnya yang diblokir termasuk YouTube, Skype, Telegram, Snapchat dan Reddit.

Sebelumnya, sembilan orang tewas dalam bentrok dengan pasukan keamanan yang meluas di wilayah itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Konfrontasi di Kashmir yang dikuasai India sering terjadi sejak pembunuhan pemimpin populer Burhan Wani oleh pihak keamanan Juli lalu.

Baca: Para Pemimpin Muslim Kashmir Ditangkap

Konflik terbaru dimulai pada 9 April 2017 ketika delapan orang tewas dan banyak terluka setelah polisi bentrok dengan demonstran selama Pemilu tambahan di Kota Srinagar.

Sebuah media lokal mengabarkan,  dalam kasus ini, pertama kali pemerintah India mengambil langkah ekstrem, meski  sudah acap kali mereka memblokir sinyal internet di wilayah Kashmir.

Lagi-lagi otoritas setempat mengklaim, Medsos selama ini digunakan kelompok ‘militan Kashmir’, istilah untuk kalangan Islam memperoleh dukungan.

Pelarangan satu bulan pemerintah atas media sosial di lembah Kashmir telah membuat partai politik oposisi marah atas keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa larangan tersebut bersifat represif dan tidak demokratis.

Baca:  Sekjen OKI Nyatakan Hak Penentuan Nasib Sendiri Rakyat Kashmir

Presiden Komite Kongres Jammu Kashmir Pradesh (JKPCC) Ghulam Ahmed Mir mengatakan media sosial yang mengekang anti-demokrasi dan tidak sesuai di negara yang telah menyetujui demokrasi terbesar di dunia.

“Di satu sisi, pemerintah BJP mengklaim membuat era digital India, dan di sisi lain partai yang bersekutu dengan PDP telah melarang media sosial yang menyatakan tuntutan mereka secara terbuka,” kata Mir dikutip laman kashmirobserver.

“Larangan tersebut akan menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara karena wirausahawan muda di Kashmir menggunakan media sosial untuk bisnis mereka. Sekarang, mereka ditinggalkan tanpa alternatif selain menutup bisnis mereka. Selain itu, agen perjalanan, pelaku bisnis perhotelan, siswa yang tampil dalam ujian kompetitif akan berbeda dalam kesulitan besar, ” tambah Mir.

“Jika ada 1% orang di Kashmir permasuk unsure pemerintah, elemen anti-sosial, mengapa menghukum yang 99%?” tambahnya.

Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim berada di tengah perselisihan teritorial berlangsung puluhan tahun antara India dan Pakistan. India menuduh Pakistan mendukung sentimen separatis di Kashmir, namun Islamabad membantahnya.

Sebagian besar warga Kashmir menghendaki berakhirnya kekuasaan India dan menghendaki kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak mereka membagi Kashmir pada tahun 1947.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blokir media sosialIndiaKashmirkekerasan di Kashmirmedia sosialPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sukuk: Akses Modal untuk Si Kecil (Juga)
Tulisan selanjutnya Kapal Intelijen Rusia Karam di Perairan Laut Hitam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?