Hidayatullah.com–Qatar mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membantu menyelesaikan krisis di Negara Teluk pimpinan Arab Saudi yang telah berlangsung lebih sebulan.
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed Abdulrahman Al Thani menyampaikan pada wartawan bahwa Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain menunjukkan “ketegangan” dan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan krisis.
Katanya, empat Negara Arab tersebut yang membuat pembatasan terhadap Doha telah melanggar hukum internasional.
“Dewan Keamanan dan Majelis Umum dan semua mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa” berperan dalam menyelesaikan krisis itu, “kata Mohammed Abdulrahman, sambil mengatakan ia telah memberi pengarahan kepada anggota dewan tentang sengketa itu sebulan yang lalu.
“Negara Qatar telah menyatakan lebih dari 10 kali bahwa kita ingin menyelesaikan masalah ini dengan dialog dan kita tidak siap untuk meningkatkan krisis dan mereka harus mengundurkan diri dari semua tindakan ilegal mereka,” tegasnya dikutip Aljazeera hari Jumat ini.
Namun, Duta Besar China untuk PBB Liu Jieyi, memberitahukan wartawan bahwa Dewan Keamanan PBB akan menghadapi krisis diplomasi Qatar tersebut jika ada permintaan resmi.
“Saya pikir itu adalah sesuatu yang harus diselesaikan di antara saudara-saudara di Dewan Kerjasama Negara Arab (GCC) dan di wilayah ini,” katanya, mengacu pada Dewan Kerjasama Teluk –yang mana Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Qatar– termasuk dalam wilayah itu.
“Dan saya harap ada proses konsultasi untuk berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah mereka.”
Hari Rabu, Al-Thani juga bertemu dengan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson di Washington.*