Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejabat Yaman: Hadi Bisa Dibunuh Jika Dia Meninggalkan Saudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2017 13:12 1:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2017 15:45
Bagikan
Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansyur Hadi bersama Pangeran Muhammad Salman
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansyur Hadi dapat dibunuh jika dia meninggalkan Arab Saudi dan kembali ke negara yang dilanda perang tersebut, seorang pejabat Yaman telah memperingatkan seperti dikutip Aljazeera, Ahad (12/11/1017).

Pejabat pemerintah itu mengatakan kepada Aljazeera bahwa pemerintah Saudi mengkhawatirkan keselamatan jiwa Hadi, dan “mendesak” presiden Yaman yang berusia 72 tahun itu untuk tidak kembali ke kota Aden, Yaman.

Pejabat tersebut sejak awal pekan ini juga menyerang dengan keras laporan media yang mengklaim bahwa Hadi menjalani tahanan rumah di Riyadh.

“Klaim yang menyatakan Hadi jadi tahanan rumah sepenuhnya omong kosong,” kata pejabat tersebut tanpa menyebut namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

“Hadi bisa ke mana saja yang dia mau, dia bahkan bisa bepergian ke luar negeri, tapi dari apa yang saya pahami ada bahaya nyata yang mengancam jiwanya jika dia kembali ke Aden.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hadi dan sebagian besar pejabat pemerintahannya telah tinggal di Riyadh sejak tahun 2015 ketika pemberontak Syiah Houthi, bekerja sama dengan para tentara yang setia kepada pendahulunya Hadi, mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, merebut wilayah dengan cakupan yang luas di negara tersebut, termasuk Sanaa, ibu kota Yaman.

“Ada kekuatan di sana yang menarget dia, dan karena itulah Saudi merasa tidak tepat baginya untuk kembali. Saudi telah mendesaknya untuk tinggal di Riyadh sampai situasi keamanan membaik,” tambah pejabat tersebut.

Baca: Arab Saudi Sukses Cegat Rudal Pemberontak Syiah Al Houthi

Pejabat tersebut tidak mengatakan pasukan mana yang ingin “menarget” Hadi, namun sebagian besar wilayah selatan dan tenggara berada di bawah kendali Uni Emirat Arab dan milisi yang didukung oleh Abu Dhabi.

Pernyataan tersebut keluar beberapa hari setelah beberapa organisasi berita internasional melaporkan bahwa Hadi, bersama dengan anak-anaknya, para pembantu dan pejabat militer – yang belum mengunjungi Yaman sejak Februari – telah menjalani masa tahanan rumah.

“Ketika Hadi meminta untuk pergi, mereka [Arab Saudi] menanggapi bahwa tidak aman baginya untuk kembali karena ada komplotan yang ingin mengambil nyawanya dan [Saudi] mengkhawatirkan jiwanya,” jelas pejabat itu.

Sementara itu, Murad Alazzany, analis politik dan profesor di Universitas Sanaa, mengatakan kepada Aljazeera: “Popularitas Hadi yang goyah berjalan seiring dengan kekuatan Uni Emirat Arab yang berkembang di Yaman selatan.”

“Kegagalannya untuk kembali ke Yaman menggarisbawahi hilangnya otoritasnya – bahkan di selatan yang secara formil berada di bawah pemerintahannya.”

“Yaman sangat terpolarisasi, dan dia patut disalahkan atas hal ini. Dia gagal menawarkan penyelesaian politik yang praktis dan tidak memiliki kepribadian atau keterampilan yang diperlukan untuk menyatukan rakyat, dan jangan lupa – dia memiliki legitimasi nol.”

Baca: Iran Akui Bekali Senjata Milisi Syiah Houthi Serang Arab Saudi

“Dia juga gagal mendapatkan dukungan publik di utara, dan ini tercermin di selatan. Sangat sedikit orang selatan yang mendukungnya,” Alazzany menambahkan.

Uni Emirat Arab masuk dalam perang Yaman pada tahun 2015 sebagai bagian dari koalisi Arab pimpinan Saudi untuk memulihkan pemerintahan Hadi yang “sah”.

Baca: Iran Akui Bekali Senjata Milisi Syiah Houthi Serang Arab Saudi

Tapi dalam dua tahun terakhir ini Uni Emirat Arab disinyalir telah melatih, mendanai dan mempersenjatai kelompok milisi di Yaman, membangun penjara-penjara, serta membentuk lembaga keamanan yang sejajar dengan pemerintahan Hadi.

Kelompok milisi tersebut “mengarah” kepada Aidarous al-Zubaidi, pemimpin gerakan pemisahan diri Yaman Selatan.

Sebuah laporan kelompok hak asasi manusia menemukan bahwa Uni Emirat Arab telah mendanai dan mengarahkan ‘Security Belt/Sabuk Pengaman’ – sebuah kekuatan yang diciptakan pada tahun 2016 yang telah bertanggung jawab secara sewenang-wenang menahan dan menculik orang.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranIRGCMilisi Al HothiPemberontak Al HautsiPemberontak Al HautsyisyiahSyiah Iran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusia Buat Tank Robot Bisa Bertempur Lebih Baik dari Manusia
Tulisan selanjutnya KH Ma’ruf Amin: Bermasalah, Keputusan MK Soal Penghayat Kepercayaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?