Hidayatullah.com–Rusia dikabarkan telah memproduksi tank robot yang bisa bertempur lebih baik daripada serdadu manusia, demikian dikutip Kolonel Oleg Pomazuev dikutip situs berita Rusia Military Review dalam sebuah latihan terbaru.
Tank yang dikenal dengan nama Nerehta, dapat dipasang senapan mesin 12.7mm atau 7.62mm atau peluncur Granat AG-30M.
Nerehta dibuat dari pabrik Degtyarev, dibangun di atas platform ulat universal dan digunakan oleh Foundation for Advanced Studies (analog dari agen Amerika DARPA) untuk masuk ke teknologi terbaru. Sebagai komando nyata Nerehta diajarkan untuk berperang dalam hubungannya dengan robot lain, mempraktikkan kecerdasan buatan, sistem komunikasi dan kontrol terbaru.
Penggunaan robot di medan perang dinilai dapat memberikan dampak positif serta mengurangi jumlah korban manusia.
“Setelah sebuah awal yang lamban, rusia saat ini sedang berinvestasi besar-besaran dalam sistem jarak jauh dipiloti maupun sistem otonom. Bagi Rusia, sistem militer robot berpotensi menawarkan cara untuk membantu mengimbangi inferioritas militer konvensional mereka vis-a-vis terhadap militer Amerika Serikat,” ujar Dr. Michael C. Horowitz, profesor ilmu politik di University of Pennsylvania, kepada Newsweek.
Investasi Russia pada Kendaraan Tanpa Awak (UGV) juga telah dilakukan oleh Penjajah Israel, menunjukkan bahwa robot militer dan sistem otonomi akan memiliki relevansi yang meningkat di beberapa wilayah militer, tidak hanya di udara, tambah Horowitz.
Dalam Perang di Suriah, di mana Rusia dan Iran ikut campur tangan memperumit konflik, Negeri Beruang Merah ini juga telah mengerahkan Uran-6, sebuah UGV yang membantu menyingkirkan ranjau, bom pinggir jalan dan persenjataan yang tidak meledak dari daerah yang telah direbut.
Uran-6, robot ini mampu menetralkan barang yang rawan meledak yang berkekuatan setara dengan 60 kilogram TNT. Militer Rusia juga telah mengembangkan UGV Uran 9 untuk operasi tempur UGV jauh lebih besar. Uran-9 memiliki berat 10 ton dan dipersenjatai dengan meriam 30 mm, senapan mesin 7,62 mm dan roket anti-tank.
Sebagaimana diketahui, Robot tempur Nerehta, dikembangkan Yayasan Rusia untuk Proyek Penelitian Canggih dan Pabrik Degtyarev, dirancang untuk melawan mesin lapis baja.
Robot ini memiliki tiga modul yang meliputi, tempur, transportasi, dan pengintaian artileri. Modul tempurnya akan akan dilengkapi dengan senapan mesin Kord atau Kalashnikov (AK) dalam varian yang berbeda.
Nerehta terbuat dari kerangka ringan padat, dilengkapi dengan lambung dan tunggangan untuk perlengkapan khusus. Ia diprediksi akan ditandem dengan pesawat tak berawak (drone).
Seperti di banyak negara, Rusia juga sedang mengembangkan robot biomorfik. Robot Lynx berkaki empat akan dilengkapi dengan senapan mesin dan misil kendali antitank.*