Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Apa yang Mendorong Kekerasan Anti-Muslim di Sri Lanka?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2018 10:11 10:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2018 10:08
Bagikan
Perusakan masjid di Sri Lanka
Bagikan

Hidayatullah.com–Sehari sebelum massa anti-Muslim menyerang sebuah kota yang damai di pusat Sri Lanka, seorang pemimpin kelompok nasionalis Sinhala berjalan-jalan melalui pusat kota.

“Kami telah membagikan selebaran dan sekarang telah mencapai Digana,” Amith Weerasinghe mengatakan di depan kamera handphonenya. ”Tetapi masalahnya ialah kita bahkan belum menemukan 20 toko yang dimiliki oleh etnis Sinhala,” kutip Aljazeera.

Kemudian dia melanjutkan: ”Kota ini menjadi hanya milik orang Muslim. Kita seharusnya sudah mulai mengatasi masalah ini sejak lama.”

“Kita, sebagai orang Sinhala, yang harus disalahkan. Jika ada orang Sinhala di Digana atau dekatnya, silahkan datang.”

Video itu, yang diposting di Facebook, YouTube dan Twitter, telah disebarkan secara luas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: OKI Meminta Pemerintah Sri Lanka Mencegah Kekerasan pada Umat Islam

Video itu merupakan awal dari kampanye vandalisme dan serangan pembakaran di distrik Kandy pusat, di mana Digana berlokasi, mendorong pemerintah mengerahkan tentara, mendeklarasikan keadaan darurat dan memblokir akses internet.

Kekerasan tersebut, yang dipicu oleh kematian seorang pria Sinhala setelah dipukuli oleh sekelompok pria Muslim karena permasalahan lalu lintas, menyebabkan setidaknya dua orang tewas, dan masjid-masjid, serta lusinan rumah dan toko, dibakar atau dihancurkan.

Insiden itu menimbulkan kekhawatiran akan instabilitas di Sri Lanka, sebuah negara Asia Selatan yang masih berjuang untuk pulih dari perang etnis sipil selama hampir tiga dekade.

Konflik – dengan separatis Tamil – berakhir pada tahun 2009, tetapi sebuah garis patahan telah muncul sekali lagi di Sri Lanka. Kali ini, dalam perbedaan agama, antara Sinhala Buddha yang merupakan 75 persen dari 21 juta populasi negara Samudera Hindia itu, dan minoritas Muslim, yang hanya 9 persen dari populasi.

Minoritas yang terancam

Dua komunitas telah hidup secara harmonis selama beberapa generasi, namun keresahan masih ada diantara komunitas Sinhala, serta perubahan ekonomi dan budaya yang baru-baru ini terjadi di masyarakat Sri Lanka telah melahirkan benang beracun nasionalisme Sinhala Buddha, menurut para analis.

Jehan Perera, direktur eksekutif Dewan Perdamaian Nasional berbasis di Colombo, mengatakan meningkatnya sentimen anti-Muslim sangat berkaitan dengan”kegelisahan historis etnis Sinhala yang menganggap diri mereka sebagai sebuah minoritas yang terancam”.

Separatis Tamil yang dianggap sebagai bagian dari populasi Tamil yang lebih besar Tamil Nadu India, sementara Muslim dianggap sebagai ”bagian dari kolektivitas yang lebih besar – komunitas global Islam – yang suatu hari nanti akan mengambil alih Sri Lanka,” katanya.

Anggapan itu telah menyebabkan kekhawatiran akan peningkatan populasi Muslim dan menimbulkan rumor palsu tentang rencana Muslim untuk mengurangi populasi Sinhala, termasuk memberi mereka alat kontrasepsi.

Nama ormas Bodu Bala Sena (BBS) mencuat sebagai aktor penting dalam kekerasan sektarian di Sri Lanka selama beberapa tahun terakhir

Rumor semacam itu menyebabkan massa membakar toko-toko Muslim pada Februari di wilayah timur negara itu. Di sana, seorang koki Muslim dituduh memasukkan”pil sterilisasi” ke makanan yang dijual pada pembeli etnis Sinhala.

“Ini benar-benar palsu dan karangan,” kata Perera.

Faktor lain yang memicu sentimen anti-Muslim ialah kecemburuan kota kecil karena persepsi bahwa Muslim lebih memiliki kekuatan ekonomi yang lebih, kata Nizamuddeen Mohamed Ameen, presiden Dewan Muslim Sri Lanka.

“Ini mitos,” katanya.”Di banyak kota, banyak toko-toko kecil milik Muslim. Mereka memang orang bisnis, tetapi bisnis mereka kecil, menjual kebutuhan sehari-hari.

Baca: Sri Lanka Umumkan Darurat 10 Hari Pasca Kerusuhan Anti Muslim ..

Sumber ketidakpercayaan lainnya termasuk meningkatkan pengaruh Arab dalam budaya Muslim Sri Lanka pada beberapa tahun ini, kata Ameen dan Perera.

Muslim secara tidak proporsional mewakili lebih dari satu juta orang Sri Lanka yang pergi keluar negeri untuk bekerja, terutama di Timur Tengah. Ketika mereka kembali, mereka”membawa pulang uang dan kembali dengan pola pikir Arab yang lebih banyak daripada saat mereka pergi,” kata Perera.

“Di satu sisi, banyak uang datang dari negara-negara Arab ke dalam Sri Lanka, banyak masjid dibangun. Dan banyak wanita Muslim berpakaian berbeda – tidak seperti sebelumnya, mereka menggunakan niqab,” katanya.

Ameen menyetujui:”Ibu-ibu kami menutupi rambu mereka, tetapi mereka tidak menggenakan niqab. Cara berpakaian orang Muslim telah berubah, dan [Sinhala] mengira [Muslim] sedang mengikuti model Arab Saudi dan negara Arab lain.”

Kekebalan

Anggapan dan rumor seperti ini menyebar dan diperjelas di media sosial melalui postingan, meme, dan video, khususnya di laman Facebook milik kelompok-kelompok nasionalis Sinhala, kata para analis.

Kelompo nasionalis paling terkenal ialah Mahason Balakaya dan Bodu Bala Sena (BBS) yang dipimpin biksu Buddha Galagoda Atte Gnanasara, yang terakhir ini memiliki hubungan dengan kelompok Buddha garis keras Ma Ba Tha di Myanmar.

Karena sikap mereka, BBS dan Mahason Balakaya tidak menerima dukungan rayat, sehingga beberapa sentimen anti-Muslim mereka disebarkan oleh etnis mayoritas Sinhala.

Keberanian mereka didorong oleh kegagalan pemerintahan Presiden Maithiripala Sirisena dalam mengambil sikap terhadap penghasutan dan ujaran kebencian, aktivis lain mengatakan.

Baca: PBB Mengutuk Kekerasan yang Masih Berlanjut pada Umat Islam Sri Lanka

Contohnya, sebuah pidato Juni 2014 oleh Gnansara secara luas dianggap memicu kerusuhan anti-Muslim di Aluthgama, di mana empat orang terbunuh dan sekitar 80 orang lainnya terluka. Tetapi dia tidak ditangkap pada saat itu.

Kemudian, pada 2017, kepolisian mengumumkan dia masuk daftar buronan setelah tidak menjawab panggilan pengadilan untuk kasus ujaran kebencian.

Tidak lama setelah itu dia menyerahkan diri, hanya untuk dilepaskan dengan jaminan. Kasus tersebut masih berjalan.

Dalam kerusuhan Kandy, otoritas berwenang Sri Lanka telah menangkap Weerasinghe dan sembilan rekannya, tetapi banyak kritik mengatakan tindakan tersebut terlalu sedikit, terlambat.

Thyagi Ruwanpathira, seorang aktivis HAM Sri Lanka, mengatakan penangkapan Weerasinghe”sama sekali tidak cukup”.

Penangkapan telah dilakukan setelah serangan lainnya di masa lalu, tetapi”kita jarang melihat hukuman”, katanya.

“Jika pemerintah dan aparat penegak hukum dapat mematahkan putaran kekebalan dan  kelambatan ini dalam menghadapi kekerasan terhadap etnis dan agama minoritas, para pelaku tidak akan merasa berani,” katanya.

Para pemimpin politik dan agama harus menyampaikan pada publik bahwa”kekerasan terhadap minoritas tidak akan ditoleransi dan bahwa tidak ada etnis atau komunitas agama yang berhak pada negara ini di atas yang lain,” katanya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti Islamanti-MuslimArabBodu Bala SenaBuddhakekerasanMa Ba ThaMahason BalakayaOKIpembakaran masjidselebaranSinhalaSri LankaTamilujaran kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Calon Mendagri Jerman Janji Perbanyak Deportasi
Tulisan selanjutnya Pengusaha Aljazair Bayar 16,9 M untuk Bayar Denda Cadar Ribuan Muslimah Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?