Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban Jamin Masa Depan Cerah jika Amerika Meninggalkan Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2018 10:56 10:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2018 10:56
Bagikan
Sheikh Haibatullah Akhunzada
Bagikan

Hidayatullah.com–Taliban menjanjikan masa depan yang cerah di Afghanistan jika Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara itu.

Pemimpin Taliban Sheikh Haibatullah Akhunzada mengatakan keselamatan warga Afganistan bergantung pada kepergian ”pasukan AS dan penjajah lain” dan kembali menyerukan perundingan dengan AS. ”

Jika Amerika memang menginginkan perdamaian di Afganistan, maka mereka harus secara langsung maju ke meja perundingan,” kata Akhunzada. ” Kami juga memastikan masa depan cerah negara ini, dengan perdamaian dan kesejahteraan,” katanya dikutip AFP.

Taliban juga menyatakan pihaknya berhasil membebaskan sebagian besar wilayah di Afganistan. Taliban  juga mengecam pemindahan kantor kedutaan AS untuk Israel di Yerusalem (Baitul Maqdis) karena pemindahan tersebut menunjukkan kebencian mutlak AS terhadap Islam.

Taliban selama ini berperang melawan pasukan AS dan NATO yang telah bercokol di negeri itu. Mereka juga mengangkat senjata untuk menggulingkan pemerintah sekarang dan kembali berkuasa, setelah dulu pernah digulingkan NATO pada 2001.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam

”Penjajah Amerika tidak pernah menahan diri melakukan tindakan keji hanya untuk menguasai negara kami. Mereka mengebom desa, kota, masjid, madrasah, membunuh warga tidak berdosa, dan menyiksa ribuan orang dalam penjara,”kata Akhunzada.

Taliban, yang secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata tiga hari semasa Idul Fitri. Tliban mengumumkan gencatan senjata pertamanya dengan pasukan Afghanistan hari Sabtu, menerima tawaran pemerintah Kabul untuk menghentikan pertempuran pada akhir bulan suci Ramadhan.

Kelompok itu, dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, mengatakan akan memberlakukan gencatan senjata dengan pasukan Afghanistan selama tiga hari tetapi akan melanjutkan serangan terhadap pasukan asing. Amerika Serikat memiliki sekitar 15.000 tentaranya di Afghanistan.

“Mujahidin diperintahkan untuk menghentikan serangan terhadap musuh lokal, tetapi membela jika mereka diserang,” kata kelompok itu. Gencatan senjata akan bertepatan dengan Idul Fitri, Hari Raya umat Islam menandai akhir Ramadhan.

Taliban juga mengatakan pihaknya mungkin membebaskan tahanan, termasuk pasukan pemerintah, asalkan mereka setuju untuk menahan diri dari memerangi gerilyawan di masa depan, kata pernyataan itu. Tidak jelas berapa banyak pasukan Afganistan yang dikuasai Taliban.

Baca: Amerika Serikat Pindahkan Pasukan dari Iraq ke Afghanistan

Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kelompok perlawanan, yang telah memerangi pasukan asing dan sekutu lokal mereka invasi Amerika dan sekutunya tahun 2001, terjadi dua hari setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata selama seminggu mulai Selasa dan mengundang Taliban untuk menanggapi dengan cara yang sama. Pengumuman mengejutkan Ghani menggarisbawahi keinginannya untuk membangun proses perdamaian yang dapat mengakhiri konflik yang bahkan para pendukungnya katakan tidak dapat dimenangkan secara militer.

Kedamaian di Afghanistan seolah tak pernah berakhir sejak kehadiran tentara asing pimpinan AS, sekaligus menjadi dasar keberatan Taliban yang sejak lama menuntut penarikan total pasukan asing sebagai prasyarat perundingan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Gerakan Taliban pernah berkuasa pada 1996 setelah perang saudara yang pecah akibat langsung dari perang antara Afghanistan dan Uni Soviet. Namun lima tahun kemudian mereka ditumbangkan oleh invasi militer koalisi tentara Barat pimpinan AS.

Misi tempur NATO, yang pernah didukung oleh lebih dari 130.000 tentara, ditarik dari Afghanistan pada 2014. Manun milisi Taliban secara siginifikan merebut lebih banyak wilayah sejak ribuan tentara asing ditarik.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerika Serikatgencatan senjataHaibatullah AkhunzadaIdul fitriinvasikekerasanNATOPasukan asingRamadhanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Malaysia Potong Gajinya Bantu Utang Negara
Tulisan selanjutnya 1.000 Warga Sipil Suriah Terbunuh di Idlib sejak Mei 2017

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?