Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bela Pribumi Melayu, Rakyat Malaysia Turun Jalan dalam Aksi 812

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Desember 2018 07:01 7:01 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Desember 2018 05:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Sabtu, (08/12/2018, kelompok partai oposisi Malaysia, UMNO dan PAS mendukung langkah pemerintah Negeri Jiran menolak menyetujui dan meratifikasi konvensi antidiskriminasi PBB melalui unjuk rasa Aksi 812 yang dihadiri sekitar 50 ribu massa.

Mereka  menggelar Aksi 812 dalam rangka merayakan putusan pemerintah yang batal meratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD). Aksi ini digelar sebagai bentuk kegembiraan atas tuntutan yang dipenuhi oleh pemerintah.

Sebelumnya, perintah Malaysia berniat untuk meratifikasi konvensi ICERD tersebut. Namun pihak oposisi yang dipimpin oleh Ahmad Zaid Hamidi dari partai UMNO, menolak ratifikasi tersebut karena khawatir berdampak pada hak istimewa mereka sebagai masyarakat pribumi.

Pemerintah pun akhirnya memutuskan membatalkan ratifikasi tersebut pada 23 November lalu. Namun, walaupun sudah dibatalkan, pihak oposisi tetap melakukan aksi sebagai bentuk merayakan keputusan pemerintah yang tak jadi meratifikasi konvensi.

Dalam pernyataannya, PM Malaysia, Dr Mahathir Mohamad mempertahankan keputusannya menolak Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Kaum (ICERD) untuk membantu orang Melayu dan Bumiputera (Pribumi Malaysia).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdana menteri mengatakan orang-orang Melayu harus diberi kesempatan untuk berhasil seperti ras lain di negara yang lebih maju di berbagai bidang.

“Kalau kita tidak beri kepada orang Melayu peluang yang lebih sikit dari kaum lain, kalau kita percaya bahwa kita harus beri apa pun secara sama, maka yang sudah mahir akan lebih berhasil dan yang tidak efisien akan menjadi mundur.

“Jika kami ingin mereka mengejar orang di depan mereka, mereka harus diberi lebih banyak ruang untuk sukses, jadi kami tidak bisa menerima ICERD.

“Ia tidak memberi hak kepada kita untuk membeda-bedakan layanan bagi etnis di Malaysia sebab mereka tidak berada di taraf yang sama … dan kita tidak akan pinda Konstitusi kita,” katanya disampaikan pada Himpunan Siswa, Alumni, dan Profesional Muda bersama Karnaval Putra 2018 di Universitas Teknologi Mara (UiTM) Sabtu malam, sebagaimana dikutip laman freemalaysiatoday.com.

Kantor Perdana Menteri sebelumnya dalam sebuah pernyataan mengatakan Putrajaya akan terus mempertahankan Konstitusi Federal di mana kontrak sosial disepakati oleh perwakilan dari semua ras selama pembentukan negara.

ICERD disetujui dalam Sidang Umum PBB tahun 1965, tetapi tidak diratifikasi Malaysia hingga kini karena pemimpin Melayu khawatir itu bertentangan Pasal 153 Konstitusi Federal yang merupakan dasar bagi kebijakan afirmatif untuk melindungi orang Melayu dan Bumiputera.

Dr Mahathir mengatakan, meskipun diberikan bantuan, orang Melayu harus menerima kenyataan mereka masih tertinggal dalam berbagai aspek di negara sendiri, dibandingkan bangsa lain yang datang ke Tanah Melayu sewaktu penjajahan Inggris.

“Ketika Inggris datang, mereka berpikir orang-orang di semenanjung itu tidak mau bekerja, mereka ingin membuka tambang dan ladang karet, sehingga mereka membawa orang asing dan Malaysia menjadi negara multiras.

“Kami tahu hari ini di negara multi-rasial ini, kami menemukan Bumiputera tertinggal di belakang, menjadi orang-orang pedesaan.

“Mereka menanam, menangkap ikan. Mereka miskin, tetapi ketika menawarkan harga yang bagus untuk tanah mereka, mereka bersedia menjual tanah dan bergerak lebih jauh dari kota, ” kata Mahathir.

Berbicara di depan lebih dari 3.000 mahasiswa UiTM, Dr Mahathir mengatakan orang Melayu memiliki kecerdasan yang sama dengan ras lain, tetapi yang membedakan mereka adalah usaha.

“Kami kompeten, kami pintar, kami baik, tetapi orang-orang kompeten jika mereka tidak bekerja, mereka tidak akan berhasil. Jika kita menyadari kita tertinggal, malu mengapa kita tertinggal di negara kita sendiri, maka kita akan berusaha untuk membuat diri kita sendiri.”

Dia membandingkan saat belajar di King Edward VII Medical College di Singapura, di mana hanya 7 dari 70 siswa yang Melayu.

“Saya salah satu yang terbaik, di antara 7 siswa Melayu, tetapi di antara 70 siswa lainnya, saya jauh tertinggal dibandingkan dengan anak-anak China dan India yang merupakan kelas dengan saya.

“Mereka mendapat 6-7A, saya hanya punya 3A. Ada juga pengganggu senior saya dan katakan pada saya untuk membungkus pakaian dan mengatakan itu tidak sebanding dengan dokter. ”

Karena itu, katanya, ia belajar keras untuk lulus dan menjadi dokter.

“Saya harus bekerja lebih keras daripada orang lain. Yang lain membaca sekali, jadi saya harus membaca 10 kali. Bahkan ketika saya menjawab kertas ujian, saya bisa melihat halaman dan gambar di buku,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa itu diikuti sekitar 50 ribu orang, termasuk dihadiri  mantan PM Najib dan istri bergabung dengan para pengunjuk rasa dari Stasiun LRT Masjid Jami. Kedatangannya disambut meriah pengunjuk rasa.

Mantan PM Malaysia, Najib Razak beserta istri. Najib turut mengenakan baju koko berwarna putih yang menjadi simbol demonstrasi, dan songkok hitam. Sedangkan Rosmah mengenakan kerudung dan baju gamis putih, dipadukan selendang hitam.

Unjuk rasa itu juga dihadiri Ketua Partai Organisasi Nasional Persatuan Melayu (UMNO), Ahmad Zahid Hamidi, yang menggantikan Najib. Selain itu pemimpin Partai Islam Se-Malaysia (PAS) juga terlihat. Namun, Najib tidak berorasi dalam demonstrasi itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aksi 812ICERDMalaysiamelayuoposisi MalaysiaPASPBBPenghapusan Segala Bentuk Diskriminasi RasialpribumiUMNOunjuk rasa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Banjir-Longsor Pacitan, 4 Orang Tewas, 236 Mengungsi
Tulisan selanjutnya Gereja Katolik Gelar Beatifikasi 19 Penganut Katolik di Aljazair

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?