Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Mesir Berikan Pembebasan Bersyarat Putri dan Menantu Syeikh Al-Qaradhawi

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Juli 2019 12:47 12:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Juli 2019 12:47
Bagikan
Khalaf dan Ola al Qaradhawi.
Bagikan

Hidayatullah.com— Anak perempuan dari imam terkemuka yang tinggal di Qatar, Dr Yusuf al-Qaradhawi telah diberikan pembebasan bersyarat pengadilan Mesir setelah dipenjara dua tahun tanpa dakwaan resmi, kata pihak keluarganya.

Dikutip Middle East Eye (MEE), sumber yang dekat dengan keluarga itu mengatakan hari Rabu Ola al-Qaradhawi belum dibebaskan dari penjara setelah perintah pengadilan berlaku.

Pihak keluarganya mengatakan, setelah dia dibebaskan Ola Qaradhawi harus wajib lapor ke kantor polisi tiga hari dalam seminggu dan wajib muncul di pengadilan setiap 45 hari.

Ola al Qaradhawi ditangkap bersama suaminya Hosam Khalaf pada 2017, tak lama setelah perseteruan diplomatik pecah antara Qatar di satu sisi dan empat Negara Teluk yang dimpimpin Arab Saudi (Mesir, Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain).

Khalaf dan Ola al Qaradhawi dituduh memiliki hubungan dengan gerakan Islam Ikhwanul Muslimin yang paling ditakuti penguasa Arab, tetapi tidak pernah memberikan bukti terhadap mereka atau diberi kesempatan untuk diadili.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pendukung pasangan itu bersikeras bahwa tuduhan itu dipolitisasi dan dibuat-buat, dikaitkan dengan kebuntuan diplomatik antara Kairo dan Doha, bukan sebuah pelanggaran pidana yang sebenarnya.

Pedoman penahanan pra-ajudikasi di Mesir memungkinkan penahanan tersangka selama dua tahun tanpa dakwaan resmi.

Ola al-Qaradhawi tetap berada di sel tanpa jendela di Mesir saat konflik regional berseteru
Qaradhawi telah ditahan di sel isolasi di bawah kondisi yang mengerikan untuk sebagian besar penahanannya, menurut keluarganya.

Hari Selasa, Kampanye Free Ola dan Hosam, sebuah inisiatif advokasi, menyambut baik berita tentang keputusan pembebasan ini, tetapi menyerukan pemberian kebebasan penuh serta melepaskan Khalaf.

“Sementara kami mengharapkan keadilan penuh hari ini, anak-anak saya dan saya lega bahwa ibu saya akan dibebaskan,” kata Aayah Hosam, putri tertua pasangan itu, dalam sebuah pernyataan.

“Kami berterima kasih kepada Allah dan kami berharap bahwa ini adalah langkah pertama menuju kebebasan penuhnya. Ola layak untuk bersama anak-anak dan keluarganya dan harus diberikan pembebasan penuh dan tanpa syarat. Saya berdoa agar ayah saya akan dibebaskan tanpa penundaan demikian juga.”

PBB pernah mengeluarkan keputusan yang menyatakan Ola al-Qaradhawi dan suaminya ditangkap secara sewenang-wenang, dan mendesak segera dibebaskan.

Pemerintah al – Sisi mengklaim bahwa Ola dan Hosam Khalaf menjadi anggota Ikhwanul Muslimin yang terlarang di negeri itu, bahkan ditetapkan sebagai kelompok “teroris”.

Pihak keluarga itu membantah semua tuduhan dan bulan September 2018, membawa kasus itu ke kelompok kerja PBB terkait penahanan sewenang-wenang.

Mesir telah menangkap ribuan lawan politik Presiden Abdul Fattah al-Sisi sejak ia memimpin kudeta berdarah terhadap presiden pertama yang terpilih secara demoratis di Mesir, Presiden Mohamad Morsi tahun 2013. Kritikus mengatakan tindakan itu sebagai penumpasan politik terburuk dalam sejarah modern Mesir.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Fattah al-SisiIkhwanul MusliminkhalafMesirOla al QaradhawiYusuf al Qaradhawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Unesco Cabut Gereja Nativity di Bethlehem dari Daftar Warisan Dunia
Tulisan selanjutnya Jasa Besar Pejuang Kebenaran, Wajib Disyukuri Bukan Dimusuhi!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?