Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Jasa Besar Pejuang Kebenaran, Wajib Disyukuri Bukan Dimusuhi!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juli 2019 13:02 1:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2019 13:05
Bagikan
Imam al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athos
Bagikan

Oleh : Muhammad Hanif Alathas, Lc

 

AL-IMAM Ibnul Arobi al-Maliki menyatakan bahwa amar makruf nahi munkar adalah salah satu misi utama dari diutusnya para Nabi (Faidhul Qodir 5/522), karenanya al-Imam al-Mawardi menerangkan bahwa para ulama generasi salaf turun tangan secara langsung untuk menegakkan amar makruf nahi munkar lantaran manfaatnya yang meluas dan pahalanya yang sangat besar (al-Ahkam as-Sulthoniyyah 373).

Lembaran sejarah begitu banyak memuat gambaran ketegasan para ulama lintas generasi dalam menegakkan amar makruf nahi munkar. Di antaranya seorang ulama dari dzuriyyah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu al-Imam al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athos yang dimakamkan di pemakaman Sapuro, Pekalongan, Jawa Tengah.

Kisah ketegasan beliau dalam menyuarakan kebenaran sangatlah masyhur dan selalu dibacakan dalam haul beliau yang diadakan setiap pertengahan bulan Sya’ban, sehingga tidak ada kemunkaran apapun yang nampak di hadapannya atau terdengar olehnya kecuali beliau lawan kemunkaran itu tanpa pandang bulu.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Tak peduli siapa yang beliau hadapi, mulai dari rakyat jelata sampai pejabat pribumi bahkan penguasa Belanda yang saat itu berkuasa di tanah Jawa. Beliau tak menghiraukan resiko apapun yang menghadang, karena yang beliau harapkan hanya ridha Allah Subhanahu Wata’ala.

Alhabib al-Arif billah Ali bin Husein Alathas yang dikenal dengan Habib Ali Bungur dalam kitabnya Tajul A’roos (2/ 318) menceritakan dari al-Habib al-Arif Billah Alwi bin Muhammad bin Thohir al-Haddad (Empang, Bogor) bahwasanya al-Habib al-Imam Muhammad bin Idrus al-Habsyi (yang dimakamkan di Ampel, Surabaya) sangat menyanjung keberanian dan ketegasan al-Habib al-Imam Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athos dalam menegakkan amar makruf nahi munkar, dalam sebuah kesempatan beliau mengatakan:

الحمد لله على وجوده بين ظهرانينا فإن ذلك مما يدل على بركة عصرنا و إنه لم يتودع منا

“Puji Syukur Bagi Allah atas keberadaan Habib Ahmad al-Athas di tengah-tengah kita, karena hal tersebut menandakan adanya keberkahan pada zaman ini, dan Allah tidak meninggalkan kita.”

Al-Habib Alwi al-Haddad (Empang, Bogor) menjelaskan bahwa dalam ungkapan di atas Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi mengisyaratkan kepada Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

إذا رأيت أمتي تهاب فلا تقول للظالم يا ظالم فقد تودع منهم ( أخرجه الحاكم في المستدرك و صححه الذهبي )

” Jika umatku sungkan untuk mengatakan kepada orang dzalim: Hei dzalim!!! maka umat ini telah ditinggalkan.”

Dalam kitabnya Faidhul Qodir, al-Hafidz al-Munawi menjelaskan bahwa maksud dari Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa umatnya telah ditinggalkan (فقد تودع منهم) adalah diamnya umat terhadap kedzaliman menyebabkan keberadaan mereka tiada artinya, bahkan mereka dihinakan oleh Allah, kedzaliman dan kemunkaran itu dibiarkan terus terjadi sehingga mereka akan mendapat hukuman dari Allah Subhanahu Wata’ala, naudzubillah min dzalik.

Karenanya, keberadaan para ulama istiqamah yang tetap lantang menyuarakan haq itu haq dan bathil itu bathil, wajib disyukuri oleh umat. Mereka berani mengambil resiko dicaci, dimaki, diancam, diintimidasi, dipenjara bahkan dibunuh, demi kemaslahatan umat.

Mereka tidak mencari harta atau tahta. Andai mereka menginginkan harta dan tahta maka diamnya mereka akan membuat mereka berlimpah harta dan memangku tahta. Nyatanya, mereka menolak harta dan tahta, memilih jalan yang penuh resiko dan lika liku demi menyuarakan kebenaran semata-mata mengharapkan ridha Allah dan keselamatan umat.

Mereka adalah aset besar umat, keberadaan mereka menjadi penyebab turunnya rahmat dan tanda masih adanya keberkahan di tengah-tengah kita.

Oleh karena itu, silakan ulama dan umat Islam berjuang dengan jalan pilihannya masing-masing, selama masih dalam koridor syariat. Karena banyak jalan menuju Makkah, alias banyak cara berjuang menuju ridho Allah. Namun, kita wajib menjaga dan mendukung perjuangan mereka yang menegakkan amar makruf nahi munkar serta berjuang melawan kedzhaliman. Jika tidak mau mendukung secara langsung, minimal sisipkan mereka dalam setiap munajat.

Jangan malah menari mengikuti irama gendang orang-orang dzalim dengan membenci, memusuhi dan mencaci para pejuang kebenaran. Padahal disadari atau tidak, umat punya hutang jasa besar kepada mereka!

Semoga Allah kumpulkan kita bersama para ulama dan pejuang pembela kebenaran di dunia dan akhirat. Amiiin.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amar makruf nahi munkarHabib Ahmad al-AthasImam al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athoskedzalimanulamaumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Mesir Berikan Pembebasan Bersyarat Putri dan Menantu Syeikh Al-Qaradhawi
Tulisan selanjutnya 60% Jamaah Haji Indonesia Lansia, Tantangan Petugas Melayani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?