Hidayatullah.com—Pasukan keamanan Kyrgyzstan menyerbu rumah Almazbek Atambayev guna menahan mantan presiden itu.
Para pendukung Atambayev bentrok dengan aparat dan satu petugas tewas akibat luka tembakan, kata para pejabat seperti dilansir BBC.
Saat berita itu diturunkan diketahui Atambayev masih berada di kediamannya tersebut, yang terletak di pinggiran ibukota Bishkek.
Atambayev dituduh korupsi dan parlemen melucuti status kekebalan hukumnya pada bulan Juni. Dia membantah tuduhan tersebut.
Menurut komite keamanan nasional Kyrgyztan GKNB, pasukan keamanan mendatangi kediaman mantan presiden itu hanya berbekal senjata berpeluru karet. Mereka melakukan “operasi khusus untuk menahan” bekas penguasa Kryrgyzstan tersebut pada hari Rabu (7/8/2019).
Kementerian Kesehatan mengatakan 36 orang terluka dalam bentrokan di desa Koi Tash, termasuk beberapa petugas keamanan.
“Seorang anggota pasukan khusus dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang sangat serius akibat luka tembak. Meskipun sudah diupayakan resusitasi, dia meninggal dunia,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Saksi mata Mirbek Aitikeyev, yang mengunggah rekaman penyerbuan itu di Facebook, mengatakan kepada AFP bahwa sebagian orang yang melindungi Atambayev merampas senjata dari pasukan khusus, yang “mundur karena mendapat perlawanan sengit dari gerombolan massa.”
“Atambayev masiih berada di dalam rumahnya … ada rumor katanya pasukan tambahan akan dikirim. Orang-orang di sini sedang melakukan persiapan,” ujarnya.
Gambar-gambar situasi tempat kejadian menunjukkan jalan-jalan menuju rumah Atambayev dibarikade oleh massa pendukung mantan presiden itu, sementara petugas kepolisian berkumpul tidak jauh dari lokasi.
Kyrgyzstan menjadi negara merdeka menyusul runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 dan sebagian besar penduduknya adalah orang-orang Muslim berbahasa Turki.
Atambayev menjabat presiden dari tahun 2011 sampai 2017 sebelum mengalihkan jabatannya kepada Sooronbai Jeenbekov.
Kala itu kedua politisi itu merupakan sekutu dekat. Namun, kemudian hubungan mereka berubah getir, dan menurut para pengamat Jeenbekov mengesampingkan pendahulunya itu tahun lalu.
Sejak kehilangan imunitas, Atambayev mengabaikan perintah-perintah untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian untuk diperiksa dalam kasus dugaan penyelahgunaan kekuasaan selama dirinya menjabat presiden.
Atambayev yang pantang menyerah pergi ke Moskow bulan lalu untuk melakukan pembicaraan dengan Vladimir Putin. Akan tetapi rupanya pemimpin Rusia itu mengungkapkan dukungannya kepada Jeenbekov dan mendesak negara itu bersatu di bawah presiden yang berkuasa saat ini.
Kantor Jeenbekov mengatakan presiden memangkas masa liburannya dan kembali ke Bishkek, serta meminta agar pertemuan dewan keamanan digelar pada hari Kamis pagi ini.*