Hidayatullah.com–Foto yang sengaja dibuat untuk menunjukkan lebih dari 40 personel pasukan penjaga keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diculik di Dataran Tinggi Golan bagian wilayah Suriah oleh kelompok Front Al-Nusra ditampilkan di media sosial bersama kartu identitas mereka.
Al-Nusra mengatakan para tawanannya itu semua berasal dari Fiji, yang ditangkap hari Kamis lalu (28/8/2014) karena misi PBB yang mereka emban yaitu membantu pemerintah Suriah yang telah mengabaikan penderitaan rakyatnya sendiri. Al-Nusra mengatakan para tawanan itu diperlakukan dengan baik.
Pembicaraan masih terus diupayakan guna membebaskan puluhan tentara itu, yang lokasi keberadaannya hingga saat ini masih belum diketahui.
Al-Nusra mengklaim ada 45 tentara perdamaian PBB yang mereka tawan, namun militer Fiji mengatakan 44 orang, lansir Euronews (1/9/2014).
Lebih dari 70 tentara perdamaian PBB yng sempat dijaring oleh kelompok Muslim di bagian lain Suriah berhasil melarikan diri.
Sementara itu, Zionis Israel mengklaim menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak yang terbang dari Suriah ke wilayah udara di bawah kendali Israel di daerah Dataran Tinggi Golan pada hari Ahad (31/8/2014).
Zionis Israel merebut bagian barat dari dataran tinggi itu dari Suriah di tahun 1967. Hingga kini pasukan PBB masih ditempatkan di daerah itu dengan misi menjaga perdamaian.*