Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Mengebom, Cara Rezim Bashar Memutus Akses Makanan Penduduk

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juni 2016 14:57 2:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juni 2016 14:57
Bagikan
Jutaan orang mengungsi dari Suriah akibat kekejaman pemimpinnya sendiri, Bashar al Assad (ilustrasi)
Bagikan

Hidayatullah.com–Cabang setempat dari Civil Defence telah mengupload lebih dari lusinan foto di Facebook selama dua minggu terakhir yang menunjukkan anggotanya berjuang melawan kebakaran tanaman dan pertaninan di wilayah yang diserang oleh tentara Rezm Bashar al Assad.

“Api menyebar di salah satu hasil panen di desa al-Buhariya…karena rezim menarget itu dengan mortar berkaliber besar,” Civil Defence di Rif Dimashq menulis pada 10 Juni 2016, di sebelah sebuah foto yang memperlihatkan tiga anggotanya memadamkan sisa-sisa api yang telah membakar sebagian dari lahan petani.

Serangan tentara Suriah pada masa panen musim panas mengancam komponen utama suplai makanan  Ghouta Timur yang telah melemah. Selain dari konvoi bantuan kemanusiaan yang disponsori PBB dan bantuan makanan yang diselundupkan dari luar oleh kelompok pejuang, Ghouta Timur telah bertahan hidup dari pengepungan dengan  mengolah lahan pertanian yang diirigasi dari cabang sungai Barada di wilayah telah lama menjadi penghasil gandum sejak 2 milenium sebelum masehi. 

Tentara Rezim Bashar Bakar Hasil Panen di Kota Damaskus

Terbakarnya panen mengancam suplai pangan ke depannya, meningkatkan kecemasan akan bulan-bulan selanjutnya yang akan lebih dingin, padahal jika panen tersebut disimpan dapat menjadi suplai utama.

Pertanian merupakan “satu-satunya sektor yang memberikan kesempatan kerja, dan hal itu membantu Ghouta berkecukupan” di bawah pengepungan, Alaa a-Sufi, manajer administrasi United Aid Office di Ghouta ztimur, yang mengawasi distribusi bantuan dan proyek pertanian setempat, dikutip Middle East Eye hari Jumat (17/06/2016).

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

“Itu merupakan aktivitas utama bagi penduduk Ghouta, khususnya setelah sektor industri berhenti [berproduksi], dan perdagangan berkurang karena pengepungan ini,” kata dia.

Pemerintah melakukan serangan besar ke produksi lahan pertanian Ghouta Timur bulan lalu dengan mengambil alih sektor selatan yang dikenal sebagai penghasil gandum. Harga lahan pertanian meningkat dua kali lipat setelah itu, kata Ayman Abu Anes dari Solidarity Aid Group, yang mendistribusikan bantuan kemanusiaan pada penduduk setempat.

“Harga bahan makanan pada masa panen saat ini sedang meningkat, dan hal itu merupakan pertanda buruk…apa ini yang akan terjadi pada musim dingin?” kata Abu Anes. “Pada titik ini kamu dapat melupakan tentang menyimpan bahan makan untuk musim dingin” karena terbakarnya hasil panen baru-baru ini.

Penduduk wilayah yang dikuasai pejuang di luar Ghouta Timur juga menuduh militer rezim Suriah karena melakukan pengeboman pada lahan pertanian mereka. Di sisi lain kota Damaskus di Ghouta Barat, kebakaran yang disebabkan pemboman pemerintah menyebar di sepanjang lahan gandum di kota Daraya bulan ini, meski konvoi bantuan yang membawa bantuan makanan dapat masuk untuk pertama kalinya sejak 2012.

Di tengah provinsi Homs, para petani di wilayah yang dikepung memanen lebih awal pada tahun ini untuk menghindari terulangnya insiden pada 2015, ketika mereka kehilangan sebagian besar tanaman mereka karena serangan mortar pemerintah rezim, seperti yang dilaporkan media pro-oposisi All4Syria pada 5 Juni.

Membomi lahan pertanian adalah salah satu cara pemerintah membatasi akses makanan ke wilayah yang dikuasai pejuang oposisi. Cara lainnya adalah dengan mengebom pabrik-pabrik roti, yang seperti didokumentasikan oleh Human Rights Watch di provinsi Aleppo pada awal Agustus 2012 dan 2016.

Taktik ini bagian dari tujuan untuk mendelegitimasi brigade sehingga mereka tidak dapat melayani populasi setempat dan menciptakan kondisi blokade yang memaksa pejuang maupun penduduk sipil menerima kesepakatan damai.

Di Ghouta Timur, penduduk terlihat cemas dikarenakan lahan subur di mana mereka bergantung untuk bertahan hidup makin menyusut dari hari ke hari.

“Rezim Suriah akan melingkari kami dengan beberapa blok semen,” kata Abu Anes, pekerja bantuan.

“Tidak akan ada lagi pertanian di dalam.”/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assaddamaskusGhouta TimurHasil Panenoposisisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Makan Tak Usah Tutup di Bulan Ramadhan, Asal….”
Tulisan selanjutnya Penutupan Gerbang Rafah Gagalkan Umrah Ramadhan Warga Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?