Hidayatullah.com–Diperkirakan 90 orang dilaporkan terperangkah di lantai basement rumah sakit M2, dan rumah sakit M10 ‘tidak dapat beroperasi’ setelah serangan di wilayah timur Aleppo yang diduduki kelompok oposisi.
Dua rumah sakit di timur Aleppo yang diduduki pejuang oposisi “tidak dapat beroperasi” dan lusinan orang dilaporkan terperangkap setelah dibom oleh pemerintah Rezim Suriah dan Rusia dalam serangan terbaru yang terjadi di kota tersebut.
Mohamad Zain Khandaka, seorang pegawai medis di rumah sakit M2, mengatakan pada Middle East Eye bahwa rumah sakit tersebut diserang pada jam 3.30 dini hari. Sebuah ambulans hancur, dua pasien terbunuh dan tiga staff medis terluka, serta 90 orang lainnya dilaporkan terperangkap di ruang bawah tanah. Laporan mengatakan bahwa rumah sakit itu dihantam lima roket artileri.
Rumah sakit M10, rumah sakit terbesar di Aleppo timur, diserang pada sekitar jam 4 dini hari, menyebabkan hancurnya generator utamanya dan peralatan medis. Korban belum dapat dipastikan karena kelompok pertahanan sipil White Helmet masih berupaya menyelamatkan mereka yang terperangkap di bawah reruntuhan.
Khandaka yang bertugas di rumah sakit M2 mengatakan pada MEE Rabu (28/09/2016): “Waktu antara jam 3.30-5 pagi merupakan waktu yang sulit karena perbaikan dilakukan pada rumah sakit M2 dalam beberapa hari terakhir yang sekali lagi hancur sepenuhnya.”
Dia juga mengatakan pada MEE bahwa para pasien dari rumah sakit M2 “dievakuasi dengan kaki” karena ambulans rusak. Kedua fasilitas medis, yang dijalankan oleh Syrian American Medical Society (SAMS), beberapa bulan belakangan terpaksa dipindah ke bawah tanah karena bombardir serangan udara Rusia dan pemerintah Suriah.
Seorang jurubicara SAMS mengatakan bahwa rumah sakit M10 sepenuhnya tidak dapat beroperasi.
“Saat ini terdapat enam dari delapan rumah sakit yang masih aktif beroperasi. Hanya tiga dari enam rumah sakit tersebut yang memiliki ruang ICU. Ketiganya yaitu untuk rumah sakit anak, wanita dan sebuah rumah sakit mata.
Serangan itu terjadi sehari setelah serangan darat pasukan Suriah dan sekutunya serta tiga front di sekitar Aleppo. Staf medis mengatakan mereka percaya bahwa pengeboman itu “berjangka waktu dan disengaja” bertepatan dengan serangan darat dan perkiraan korban.
Pada awal minggu ini, Save Our Syria, sebuah gabungan masyarakat sipil Suriah dan kelompok kemanusiaan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penggunaan bom “penghancur bunker” mengartikan bahwa “rumah sakit yang beroperasi di bawah tanah tidak lagi kebal dari serangan yang disengaja oleh rezim Suriah dan pasukan Rusia.
Berbicara pada PBB, Raed Saleh, yang memimpin Syrian White Helmets mengatakan: “Kami telah kehabisan semua pilihan dalam melindungi penduduk sipil – kami bahkan telah menempatkan rumah sakit di bawah tanah dan gua-gua, seolah-olah kami hidup di Abad Pertengahan.”
Bulan lalu MEE melaporkan bom vakum yang “ilegal” digunakan untuk menghancurkan rumah sakit M2.
Petugas advokasi SAMS Mohamad Katoub mengatakan pada MEE bahwa sebuah fasilitas medis di Suriah “diserang setiap 17 jam” oleh serangan udara.
Sejak dimulainya perang sipil Suriah, sekitar 13 rumah sakit dan fasilitas medis yang didukung oleh SAMS telah hancur karena serangan.
Menurut Katoub, di bulan Agustus merupakan “bulan di mana jumlah tertinggi serangan terhadap fasilitas kesehatan di sepanjang Suriah sejak konflik tersebut dimulai”.*/Nashirul Haq AR