Hidayatullah.com–Ratusan orang masih hilang lebih dari seminggu setelah menyeberangi kawasan Aleppo timur yang dikuasai rezim Bashar al Assad, lapor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Juru bicara Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Rupert Colville mengatakan, pihaknya khawatir terhadap keselamatan warga sipil di Aleppo – mereka yang masih tinggal di daerah yang dikuasai kelompok oposisi serta mereka yang melarikan diri ke daerah kontrol rezim.
“Kami percaya sekarang ini kemungkinan 100.000 orang sipil berada di daerah kontrol oposisi bersenjata di timur Aleppo, sementara 30.000 lagi terpercaya melarikan diri ke daerah pemerintah,” ujarnya dikutip Reuters, Jumat (09/12/2016).
Ia juga mengatakan, pihaknya turut prihatin atas sekitar 500 kasus medis yang membutuhkan penanganan cepat dari daerah yang dikontrol rezim.
Selain itu, PBB juga turut menyatakan keprihatinan atas dakwaan ratusan pria hilang setelah melarikan diri dari timur Aleppo ke daerah yang dikuasai pemerintah di kota itu.
Sebagaimana diketahui, akhir Nopember lalu Kota Aleppo jatuh di tangan rezim Bashar dan tentara dukungan Rusia dan Iran.
Kepala Staf Umum Pasukan Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoy mengatakan, tentara Suriah telah menguasai 93 persen dari seluruh kota Aleppo.
“Lebih dari 1.000 milisi pembebasan telah menyerahkan senjata dan meninggalkan wilayah timur Aleppo, 953 dari mereka telah diberikan amnesti,” klaim Rudskoy dikutip Reuters.
Sementara Pusat Koordinasi Perdamaian Rusia di Suriah mengatakan, sekitar 8.500 orang, termasuk 2.900 anak-anak telah meninggalkan distrik-distrik yang dikuasai pejuang oposisi dan pembebasan.*